Potongan Roket Falcon 9 SpaceX Diprediksi Tabrak Kawah Einstein di Bulan

Foto: Roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat ruang angkasa Dragon lepas landas dalam misi Crew-12 NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, membawa astronot NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronot ESA Sophie Adenot dan kosmonot Rusia Andrey Fedyaev, dari Kompleks Peluncuran 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, AS, 13 Februari 2026. (Sumber: CNBC Indonesia/Foto: REUTERS/Steve Nesius)

MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Sisa bagian atas roket Falcon 9 milik SpaceX diproyeksikan bakal menabrak permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026 pukul 02.44 ET atau 6 Agustus 2026 pukul 07.09 WIB. Komponen pendorong tersebut merupakan bagian dari misi peluncuran dua wahana pendarat Bulan, yakni Blue Ghost milik Firefly dan Hakuto-R besutan ispace, yang mengudara pada tahun lalu.

Laporan mengenai potensi tumbukan ini disampaikan oleh pengamat astronomi sekaligus pembuat perangkat lunak pelacak benda luar angkasa Project Pluto, Bill Gray. Ia memantau secara berkala seluruh tahapan usai peluncuran pada 15 Januari 2025, mulai dari pendaratan sukses Blue Ghost dipermukaan Bulan hingga bagian selubung muatan roket yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Baca juga: Spanyol Bersiap Sambut Gerhana Matahari Total Langka Setelah Satu Abad

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa bagian atas roket berkode 2025-010D ini terus mengorbit Bumi pada lintasan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat pendorong tersebut tidak dapat kembali dan terbakar di atmosfer Bumi.

Pengamat yang konsisten melacak sampah antariksa tersebut mengungkapkan bahwa objek pendorong sempat melintas dekat dengan lintasan Bumi dan Bulan beberapa kali. Kendati demikian, jarak pada perlintasan sebelumnya belum pernah memicu potensi benturan langsung.

Proyeksi terjadinya tumbukan ini didasarkan pada analisis mendalam dari ribuan data pelacakan. Bill Gray mengonfirmasi telah mengumpulkan sebanyak 1.053 data pengamatan terhadap potongan pendorong tersebut hingga 26 Februari 2026.

Saat peristiwa tumbukan terjadi, potongan roket diperkirakan melaju dengan kecepatan tinggi mencapai 2,43 kilometer per detik. Benturan diprediksi akan berlangsung di area dekat Kawah Einstein Bulan. Tanpa adanya lapisan atmosfer di Bulan yang dapat mengikis material antariksa, roket diperkirakan bakal menghantam permukaan satelit alami Bumi tersebut dalam keadaan utuh.

Dampak yang ditimbulkan dari insiden ini dikategorikan tergolong minim. Benturan hanya akan membentuk kawah berukuran kecil dan dipastikan tidak menimbulkan efek kerusakan berantai pada struktur permukaan Bulan.

Akibat kekuatan benturan yang sangat lemah, peristiwa penabrakan ini diprediksi sulit diamati secara langsung menggunakan teleskop dari Bumi. Kondisi ini membuat pemantauan visual dari permukaan planet kita menjadi sangat terbatas.

Peristiwa ini bukan merupakan estimasi pertama yang dipublikasikan oleh Gray. Sebelumnya, peneliti tersebut juga pernah memprediksi tumbukan tahap kedua dari roket Falcon 9 milik SpaceX di area sisi jauh Bulan.

Baca juga: Deretan Fenomena Langit Agustus 2026: Ada Gerhana Matahari Total hingga Puncak Hujan Meteor Perseid

Meski peristiwa kali ini dipastikan aman, potensi penumpukan sisa roket di luar angkasa berisiko menjadi ancaman serius bagi keselamatan misi antariksa di masa depan. Kerawanan ini bertepatan dengan rencana ambisius NASA dan badan antariksa China yang sedang bersiap membangun pos penerbangan dan pangkalan permanen di wilayah Kutub Selatan Bulan.

Keberadaan pos penerbangan tersebut akan meningkatkan intensitas peluncuran roket secara signifikan. Frekuensi penerbangan yang makin padat dibutuhkan untuk mengangkut wahana penjelajah, pemenuhan pasokan logistik, hingga penyediaan infrastruktur alat komunikasi di Bulan.

Sebagai langkah antisipasi meningkatnya sampah antariksa, tindakan pencegahan perlu dirancang sejak dini. Salah satu solusi yang direkomendasikan adalah mengarahkan bagian bekas roket ke jalur pembuangan yang aman, seperti orbit Matahari, guna menghindarkan risiko tumbukan tak terkendali dengan Bumi maupun Bulan pada masa mendatang. (*)

Banner Sponsor

Iklan