MENITNEWS.CO.ID, MADRID — Fenomena astronomi yang terbilang sangat langka akan menyapa wilayah daratan Spanyol pada 12 Agustus 2026. Untuk pertama kalinya dalam waktu lebih dari 100 tahun, gerhana matahari total bakal melintasi kawasan tersebut dan menyajikan pemandangan antariksa yang spektakuler.
Peristiwa alam ini terasa kian istimewa karena terjadi bersamaan dengan dua fenomena langit lainnya, yakni puncak hujan meteor Perseid dan parade enam planet. Kombinasi ketiga peristiwa astronomi pada hari yang sama ini menghadirkan pertunjukan antariksa yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para pengamat langit.
Baca juga: Makkah Bakal Gelap Total: Jadwal dan Wilayah Gerhana Matahari Total 2027 di Arab Saudi
Kegelapan siang hari dipastikan menyelimuti Semenanjung Iberia mendekati momen matahari terbenam. Selain Spanyol, fenomena sejajarnya posisi matahari, bulan, dan bumi secara sempurna ini juga dapat disaksikan dari sebagian wilayah Greenland dan Islandia.
Perjalanan bayangan umbra bulan dimulai dari kawasan dekat Kutub Utara lalu bergerak menuju selatan. Durasi fase totalitas maksimum dilaporkan mencapai 2 menit 18 detik, dengan puncak durasi terlama berada di lepas pantai barat Islandia.
Secara keseluruhan, bayangan bulan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk melintasi jalur sepanjang 8.260 kilometer yang didominasi area Samudra Atlantik. Saat bayangan tersebut menyentuh daratan Portugal dan Spanyol yang dihuni jutaan penonton, durasi totalitas akan menyusut menjadi sekitar satu menit sebelum berakhir di Laut Mediterania.
Atmosfer kemegahan peristiwa ini sudah dapat dirasakan sejak pagi hari. Parade enam planet tetangga akan terlihat membentuk busur di langit sebelum fajar. Selanjutnya, usai matahari terbenam di bawah naungan bulan baru, puncak hujan meteor Perseid akan mengambil alih panggung malam. Lemparan cahaya meteor diprediksi menghiasi langit malam dengan latar belakang planet dan bintang yang bersinar terang saat fase totalitas berlangsung.
Baca juga: Deretan Fenomena Langit Agustus 2026: Ada Gerhana Matahari Total hingga Puncak Hujan Meteor Perseid
Kelangkaan fenomena ini memikat perhatian pakar astronomi dunia, salah satunya pembuat peta gerhana, Michael Zeiler. Ia sengaja berburu fenomena aurora borealis atau cahaya utara sembari menyaksikan gerhana matahari totalnya yang ke-13 dari atas kapal pesiar di kawasan fjord Greenland.
“Hal yang paling membuat saya bersemangat adalah menyaksikan fenomena alam yang sangat langka,” ungkap Zeiler.
Sejumlah lembaga antariksa internasional turut bersiap mengabadikan momen bersejarah ini. Badan Antariksa Eropa (ESA) dijadwalkan menggelar siaran langsung dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol serta mengadakan perayaan publik di Kota Leon. Liputan khusus juga bakal disiarkan oleh NASA dan Virtual Telescope Project asal Italia.
Direktur Sains ESA, Carole Mundell, menilai peristiwa ini memiliki makna mendalam bagi peradaban manusia. Menurutnya, momen tersebut bukan sekadar keselarasan benda langit secara ilmiah, melainkan sebuah hubungan nyata yang emosional antara manusia di bumi dengan alam semesta.
Peristiwa pada Agustus 2026 ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian ‘trifekta’ fenomena astronomi langka di Spanyol. Pada 2 Agustus 2027, gerhana matahari total berdurasi sangat panjang hingga 6 menit 23 detik akan melintasi Spanyol selatan, Maroko, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Rangkaian ini kemudian ditutup oleh fenomena gerhana matahari cincin pada 26 Januari 2028.
Kemunculan fenomena ini menjadi catatan sejarah baru bagi Spanyol. Gerhana matahari total terakhir yang melintasi daratan Spanyol terjadi pada tahun 1912, tepat dua hari sebelum insiden tenggelamnya Kapal Titanic. Mengingat gerhana pada 1912 merupakan jenis hibrida yang hanya menyisakan totalitas selama beberapa detik, sebagian ahli menilai gerhana matahari total sempurna terakhir di Spanyol sebenarnya jatuh pada tahun 1905. (*)

