MENITNEWS.CO.ID, NASHVILLE — Dunia musik internasional kehilangan salah satu maestro terbaiknya. Legenda musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, mengembuskan napas terakhir pada 25 Agustus 2026 di usianya yang ke-80 tahun. Sang musikus berpulang di Nashville, Tennessee, usai berjuang melawan penyakit kanker dalam waktu yang relatif singkat.
Kabar duka ini pertama kali dilaporkan oleh Dispatch pada 26 Agustus waktu Korea. Pihak keluarga menyatakan bahwa Parton berpulang dengan tenang di samping orang-orang terdekatnya. Perwakilan resmi sang musikus turut membenarkan bahwa Parton sempat menjalani perawatan medis intensif di Vanderbilt-Ingram Cancer Center sebelum berpulang.
Kepergian pencipta lagu kawakan ini meninggalkan duka mendalam bagi publik global. Bryan Seaver, keponakan Parton, mengungkapkan rasa belasungkawanya melalui unggahan media sosial. Ia mengenang sang bibi sebagai sosok yang selalu memancarkan kebaikan selama hidupnya dan kini telah beristirahat dengan damai.
Sebelum tutup usia, Parton sempat membagikan kisah mengenai perjuangan fisik dan mental yang meletihkan. Ia mengaku melewati masa-masa yang berat setelah kehilangan suami tercintanya, Carl Dean, yang meninggal dunia pada Maret 2025 lalu.
Sepanjang hayatnya, Parton diakui sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah musik country. Keahliannya dalam menulis lagu tidak hanya memikat pencinta musik country, tetapi juga melintasi berbagai genre dan generasi.
Baca juga: Ayu Zhafira Amalia Kynbråten, Finalis Miss Norway 2026 Berdarah Minang yang Suarakan Isu Kemanusiaan
Salah satu mahakarya legendaris yang ia lahirkan adalah tembang “I Will Always Love You”. Lagu ini kembali menguncang dunia saat dibawakan ulang oleh Whitney Houston untuk film The Bodyguard (1992). Versi gubahan Houston tersebut berhasil mendominasi puncak tangga lagu pop Amerika Serikat selama 14 pekan berturut-turut.
Selain lagu tersebut, warisan karya Parton membentang luas lewat ratusan lagu yang merangkum tema cinta, perpisahan, dinamika kehidupan, hingga perjuangan perempuan. Tembang hit seperti “Jolene” dan “9 to 5” menjadi bukti autentik kekuatannya sebagai salah satu penulis lagu paling berpengaruh di industri musik Amerika. Eksistensinya selama berpuluh-puluh tahun turut menancapkan pengaruh kuat di industri film, bisnis, dan budaya populer.
Baca juga: Pengadilan Tinggi Jakarta Batalkan Vonis PN Jaksel, Nikita Mirzani Menang Banding Lawan Reza Gladys
Di luar ranah hiburan, sosok Parton sangat melekat dengan aksi kemanusiaan. Melalui gerakan literasi Dolly Parton’s Imagination Library, ia berhasil mendistribusikan lebih dari 300 juta buku gratis untuk anak-anak. Parton juga mencatatkan kontribusi besar di bidang riset medis, termasuk donasi senilai 1 juta dolar AS untuk penelitian COVID-19 yang menyokong pengembangan vaksin Moderna.
Guna menghormati keinginan almarhumah dan keluarga, prosesi pemakaman Dolly Parton akan dilangsungkan secara tertutup dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Walau sosoknya kini telah tiada, karya musik, taman hiburan Dollywood, serta kepedulian sosialnya akan terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah budaya dunia. (*)


