MENITNEWS.CO.ID, BATANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Batang, memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi sekaligus ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kegiatan Capital Market Goes to Office (CMGTO) yang menjadi bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Batang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin.
Hasan mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kabupaten Batang membuka peluang bagi masyarakat, termasuk ASN, untuk memperoleh manfaat dari perkembangan dunia usaha melalui pasar modal.
Menurut dia, masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika perusahaan tumbuh dan investasi terus masuk ke daerah. Masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai investor dengan memahami instrumen investasi, tujuan investasi, serta risiko yang menyertainya.
“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di sekitar kita hanya kita saksikan sebagai penonton. Pasar modal memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut,” ujar Hasan.
Kabupaten Batang kini berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Salah satu penggeraknya adalah Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang terus menarik investasi domestik maupun global.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada triwulan II 2026 tercatat mencapai 8,38 persen. Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp3,88 triliun.
Pertumbuhan ekonomi dan investasi tersebut dinilai menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas pasar modal.
Hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Tengah tercatat mencapai 3,42 juta Single Investor Identification (SID).
Di Kabupaten Batang, jumlah investor pasar modal telah mencapai lebih dari 66 ribu SID. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasan mengingatkan masyarakat agar membangun kebiasaan investasi secara bertahap, disiplin, dan berorientasi jangka panjang.
Menurutnya, calon investor harus terlebih dahulu memahami tujuan investasi, profil risiko, serta karakteristik produk yang akan dipilih.
“Seperti Batik Rifaiyah yang dikerjakan titik demi titik, investasi membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan disiplin. Jangan mengejar keuntungan secara instan,” kata Hasan.
Selain mendorong investasi di pasar modal, OJK mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penawaran investasi palsu yang semakin marak memanfaatkan teknologi digital.
Penawaran investasi ilegal dapat muncul melalui media sosial, WhatsApp, hingga menggunakan teknologi deepfake untuk meyakinkan calon korban.
Karena itu, masyarakat diminta menerapkan prinsip Cek 2L, yakni Legal dan Logis.
Artinya, masyarakat harus memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki legalitas yang jelas sekaligus menilai apakah keuntungan yang dijanjikan masuk akal.
OJK juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi. Dana investasi sebaiknya berasal dari uang yang memang dialokasikan untuk investasi atau uang dingin, sehingga tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat dapat menghubungi Kontak OJK 157 untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait sektor jasa keuangan.
Pasar modal sendiri menyediakan berbagai instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai profil risiko investor, di antaranya saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta Exchange Traded Fund (ETF).
Instrumen tersebut dapat diakses masyarakat dengan nominal investasi mulai dari Rp100 ribu.
Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi penyelenggaraan SEPMT 2026, khususnya kegiatan CMGTO yang menyasar ASN Pemerintah Kabupaten Batang.
Menurut Suyono, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman ASN mengenai investasi pasar modal sekaligus memperluas inklusi pasar modal di daerah.
“Jangan hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi pahami juga risiko dan tujuan investasinya agar setiap keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijak,” kata Suyono.
Dalam kegiatan CMGTO tersebut, sebanyak 117 ASN Pemerintah Kabupaten Batang membuka Single Investor Identification (SID) melalui perusahaan efek.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang.
Keberadaan galeri investasi diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus akses bagi ASN dan masyarakat untuk mengenal pasar modal secara lebih dekat.
Kegiatan CMGTO di Kabupaten Batang merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di wilayah kerja Kantor OJK Tegal.
Rangkaian kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan pasar modal.
Selain CMGTO bersama Pemerintah Kabupaten Batang, SEPMT 2026 juga mencakup sosialisasi pasar modal sebagai sumber pendanaan perusahaan yang menyasar potensi pengembangan perusahaan di kawasan industri Batang.
OJK juga menggelar media gathering untuk meningkatkan literasi pasar modal bagi jurnalis dan wartawan ekonomi lokal.
Kegiatan lainnya yakni Capital Market Goes to Community di Pondok Modern Tazzaka yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pasar modal syariah kepada pengurus pondok dan santri.
Melalui SEPMT 2026, OJK terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Self-Regulatory Organization (SRO), dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai instrumen pasar modal.
OJK berharap penguatan literasi dan inklusi tersebut dapat membangun ekosistem pasar modal yang semakin inklusif dan berkualitas.
Pasar modal juga diharapkan semakin dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pendanaan dan investasi yang dapat mendukung pengembangan perusahaan serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. (*)



