MENITNEWS.CO.ID, PANGKEP — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, masih menghadapi keterbatasan armada operasional.
Dari total tujuh unit kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki, hanya tiga unit yang dalam kondisi siap beroperasi.
Keterbatasan tersebut menjadi perhatian serius karena armada pemadam kebakaran merupakan salah satu sarana vital dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk menangani kebakaran dan kondisi darurat penyelamatan.
Tiga armada yang masih beroperasi saat ini disiagakan di Kecamatan Segeri, Labakkang, dan Balocci. Penempatan tersebut dilakukan untuk mempercepat respons petugas ketika terjadi kebakaran di kawasan permukiman maupun wilayah pelayanan lainnya.
Sementara itu, empat armada lainnya mengalami kerusakan. Dua unit di antaranya sedang menjalani perawatan dan perbaikan di bengkel agar dapat kembali difungsikan untuk mendukung pelayanan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Damkar, dan Penyelamatan Pangkep, Hapiluddin, mengatakan jumlah armada yang tersedia saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menunjang pelayanan kebakaran dan penyelamatan di wilayah Pangkep.
“Idealnya kami butuh satu armada yang didampingi satu tangki penyuplai. Hanya saja saat ini dengan keterbatasan yang kita miliki, kita coba maksimalkan yang ada,” ujar Hapiluddin, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, keterbatasan kendaraan operasional menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam memberikan pelayanan yang optimal. Karena itu, pihaknya berupaya memaksimalkan armada yang masih dapat digunakan sembari mengidentifikasi kendaraan yang berpotensi diperbaiki.
Sebagai langkah awal, Damkar Pangkep melakukan inventarisasi terhadap seluruh kendaraan operasional. Pendataan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi setiap unit sekaligus menentukan kendaraan yang masih memungkinkan diperbaiki dan dikembalikan ke lapangan.
“Kalau ada armada yang sekiranya bisa dimaksimalkan untuk diperbaiki, akan segera kita perbaiki untuk menambah unit,” katanya.
Kondisi keterbatasan armada Damkar Pangkep turut mendapat perhatian dari DPRD setempat. Anggota DPRD Pangkep, Muh. Ikhsan Baharuddin, menegaskan bahwa pihak legislatif siap mendorong pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran melalui dukungan penganggaran daerah.
Menurutnya, ketersediaan armada yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kecepatan penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan risiko kerugian material dan jatuhnya korban jiwa.
“Kebutuhan armada damkar ini sangat vital karena menyangkut keselamatan jiwa dan harta benda warga. Kami di DPRD, khususnya melalui Banggar, siap membantu dan mendorong pengalokasian anggaran,” tegas Muh. Ikhsan Baharuddin.
Ia menilai pemenuhan armada pemadam kebakaran perlu menjadi perhatian dalam perencanaan anggaran daerah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas dalam menjangkau lokasi kejadian dan menangani kebakaran secara lebih cepat.
Pengadaan unit baru juga dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas, terutama ketika beberapa kejadian darurat terjadi dalam waktu bersamaan atau berada di wilayah yang berjauhan.
Selain melakukan perbaikan kendaraan yang rusak dan mendorong dukungan anggaran daerah, Damkar Pangkep juga masih menunggu realisasi bantuan armada baru dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah jumlah kendaraan operasional sekaligus memperkuat jangkauan pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di seluruh wilayah Kabupaten Pangkep.
Dengan keterbatasan armada yang ada, optimalisasi kendaraan operasional, dukungan penganggaran dari pemerintah daerah, serta realisasi bantuan pemerintah pusat menjadi sejumlah langkah yang diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan Damkar Pangkep.
Pemenuhan kebutuhan armada yang memadai diharapkan dapat mempercepat respons terhadap laporan kebakaran, memperkuat pelayanan penyelamatan, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat. (Adv)



