MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Setelah menanti selama lebih dari dua dekade sejak Kabupaten Konawe Selatan terbentuk, puluhan ribu warga di Kecamatan Laonti, Sulawesi Tenggara, bersiap menikmati layanan kelistrikan dari PT PLN (Persero).
Iring-iringan truk pengangkut material tiang listrik berhasil mencapai Desa Lawisata, Kecamatan Laonti, pada Sabtu (3/10/2026). Kedatangan logistik infrastruktur dasar ini sekaligus menandai babak baru pembangunan jaringan distribusi setelah wilayah tersebut terisolasi dari jaringan listrik konvensional selama puluhan tahun.
Momen kedatangan truk material tersebut disambut dengan isak tangis haru oleh warga setempat. Rekaman video amatir yang diunggah oleh akun Facebook Heriyanti Heriyanti memperlihatkan ekspresi emosional masyarakat yang merayakan momen bersejarah bagi daerah mereka.
“Kami masyarakat Laonti tidak bisa menahan rasa bahagia kami. Hanya bisa terharu sampai saya tidak bisa berkata-kata,” tulis Heriyanti dalam unggahan media sosial yang kemudian menuai banyak perhatian publik.
Peran Krusial Pembukaan Akses Darat

Selama ini, hambatan utama lambatnya pembangunan infrastruktur kelistrikan di Laonti adalah ketiadaan akses jalan darat yang memadai antarwilayah. Pengiriman material berat ke kawasan pesisir dan perbukitan tersebut sebelumnya tidak memungkinkan dilakukan melalui jalur darat.
Kendala geografis itu akhirnya terurai menyusul kerja sama lintas sektor antara PLN dan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan. Pembukaan akses jalur darat memungkinkan armada truk pengangkut tiang beton dan material jaringan menembus wilayah penantang tersebut.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menjelaskan bahwa keberhasilan pengiriman material ini merupakan bagian dari upaya negara menjangkau masyarakat di wilayah terluar dan tertantang.
“Tibanya tiang-tiang ini adalah buah sinergi yang baik dengan Pemerintah Daerah Konawe Selatan, dan menjadi komitmen PLN untuk terus bekerja keras agar tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal menikmati energi listrik,” ujar Didik melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Transisi dari Genset Menuju Listrik Negara

Sebelum jaringan PLN masuk, pemenuhan kebutuhan penerangan sehari-hari masyarakat Laonti sangat bergantung pada sumber mandiri yang terbatas. Sebagian warga mengandalkan mesin genset berbahan bakar minyak serta panel surya skala rumah tangga, yang umumnya hanya bisa beroperasi pada malam hari dengan kapasitas terbatas.
Kehadiran jaringan listrik PLN diproyeksikan mengubah wajah sosial-ekonomi lokal secara signifikan. Selain mendukung aktivitas pendidikan anak-anak di malam hari, pasokan listrik yang stabil diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga setempat.
Sebagai tahapan lanjutan, PLN akan segera mengebut proses pendirian tiang, penarikan kabel jaringan tegangan menengah dan rendah, hingga instalasi sambungan rumah. Pihak PLN turut mengimbau dukungan serta doa dari segenap warga dan unsur pemerintah daerah agar seluruh tahapan teknis di lapangan berjalan lancar tanpa kendala berarti. (*)



