MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan BPJS Kesehatan, memperkuat kerja sama strategis untuk meningkatkan kemudahan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), layanan penggajian atau payroll pegawai, serta pengembangan ekosistem keuangan yang mendukung layanan kesehatan di Indonesia.
Penguatan sinergi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama optimalisasi layanan pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan pembayaran gaji pegawai di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses kanal pembayaran, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, serta memperkuat kontribusi perbankan syariah dalam mendukung keberlangsungan layanan publik.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi langkah strategis untuk memperluas peran BSI dalam ekosistem layanan kesehatan nasional.
Menurutnya, dukungan kapabilitas perbankan, jaringan layanan, dan pengembangan teknologi digital memungkinkan BSI menghadirkan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun institusi.
“Perbankan memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan layanan publik, termasuk melalui kemudahan transaksi, efisiensi pengelolaan keuangan, dan solusi perbankan yang terintegrasi. Bersama BPJS Kesehatan, kami ingin memperkuat sinergi yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga mendukung operasional institusi dan membuka peluang pengembangan ekosistem kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Anggoro.
Salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut adalah kemudahan pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui aplikasi BYOND by BSI.
Melalui layanan digital ini, peserta JKN dapat membayar iuran secara praktis tanpa harus mendatangi kantor cabang. Kemudahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan peserta dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran sekaligus mendukung pemanfaatan layanan transaksi digital.
Selain pembayaran iuran, BSI juga akan mendukung layanan pembayaran gaji pegawai di lingkungan BPJS Kesehatan.
Kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan melalui layanan business to business (B2B), pengelolaan transaksi keuangan, serta integrasi layanan perbankan untuk rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pengembangan ekosistem ini mencakup peluang optimalisasi transaksi dan pengelolaan arus kas hingga penjajakan solusi pembiayaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, modernisasi fasilitas, serta peningkatan kapasitas layanan kesehatan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami melihat peluang sinergi ini dapat terus berkembang, sejalan dengan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin dinamis. BSI siap menjajaki berbagai peluang kerja sama, termasuk solusi pengelolaan keuangan dan pembiayaan, untuk mendukung penguatan kapasitas institusi serta pengembangan fasilitas kesehatan,” tambah Anggoro.

Kerja sama tersebut melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin antara BSI dan BPJS Kesehatan, antara lain melalui layanan cash management system (CMS) untuk mendukung pengelolaan likuiditas serta layanan collection atau penghimpunan pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan dari segmen individu maupun badan usaha.
Untuk menjaga kualitas layanan, BSI terus memperkuat kapasitas teknologi informasi, infrastruktur digital, dan sistem keamanan transaksi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan yang andal, aman, dan nyaman bagi nasabah maupun mitra institusi.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi dengan BSI dapat memperluas akses kanal pembayaran iuran JKN agar semakin mudah, aman, dan menjangkau lebih banyak peserta.
“Kemudahan pembayaran iuran menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran, menjaga kesinambungan kepesertaan aktif, dan memastikan perlindungan kesehatan peserta tetap terjaga,” ujar Prihati Pujowaskito, yang akrab disapa Pujo, dalam siaran pers yang diterima Selasa (13/10/2026).
Pujo menjelaskan, sektor perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung penerimaan iuran, mempermudah transaksi, serta mengembangkan layanan keuangan yang terintegrasi.
Karena itu, kerja sama dengan BSI tidak hanya berorientasi pada perluasan kanal pembayaran, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola keuangan Program JKN melalui pengelolaan arus kas yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Di sisi lain, BSI turut berkontribusi dalam memperluas cakupan perlindungan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah.
Kontribusi tersebut antara lain diwujudkan melalui program bantuan di bidang kesehatan dan pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap pencapaian Universal Health Coverage (UHC) melalui perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan sekaligus memperkuat sinergi antara sektor perbankan, pemerintah daerah, dan penyelenggara jaminan kesehatan.
Anggoro menegaskan, BSI akan terus mengembangkan kolaborasi lintas sektor yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.
“Bagi BSI, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan penciptaan nilai bagi masyarakat. Kami ingin memastikan kapabilitas perbankan syariah dapat menjadi bagian dari solusi, memperkuat ekosistem layanan publik, dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi Indonesia,” tutup Anggoro.
Melalui penguatan kerja sama ini, BSI dan BPJS Kesehatan berharap kemudahan transaksi, efisiensi pengelolaan keuangan, dan perluasan akses pembayaran dapat mendukung keberlanjutan Program JKN serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. (*)



