MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai menggenjot pekerjaan fisik di lokasi pembangunan Stadion Untia, Kecamatan Biringkanaya. Tahap awal ini difokuskan pada penyiapan lahan dan penimbunan material sebelum konstruksi struktur utama dimulai.
Kepala Bidang Prasarana dan Bangunan Pemerintah Dinas PU Kota Makassar, Suryadi, menyatakan bahwa pengerjaan fisik di lapangan saat ini melibatkan armada truk pengangkut tanah urug serta alat pemadat. Langkah tersebut dikejar untuk meratakan dan menguatkan struktur tanah sebelum memasuki musim hujan.
“Progres pembangunan Stadion Untia di Kota Makassar saat ini memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan fisik, yakni penimbunan lahan,” ujar Suryadi, Minggu (25/10/2026).
Sebelum pengerjaan fisik digenjot, Dinas PU memastikan seluruh dokumen perencanaan dan kelengkapan pendukung telah rampung. Dokumen tersebut meliputi studi kelayakan atau feasibility study (FS) serta sertifikasi lahan seluas area proyek di Kelurahan Untia.
Spesifikasi dan Kontraktor Pelaksana

Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Makassar menggandeng PT Sinar Cerah Sempurna selaku kontraktor pelaksana. Sinergi antarpemangku kepentingan juga diperkuat melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir.
Berdasarkan rancangan teknis, Stadion Untia diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 15.000 penonton. Stadion ini didesain khusus untuk pertandingan sepak bola dengan menerapkan sistem tempat duduk tunggal (single seat) serta menghilangkan lintasan atletik di sekeliling lapangan.
Suryadi menjelaskan bahwa pemilihan material dan metode pemadatan tanah mendapat pengawasan ketat. Hal ini bertujuan untuk memastikan daya dukung tanah sesuai dengan standar teknis pembangunan fasilitas olahraga berstandar representatif.
“Sejumlah pekerjaan kita lakukan, mulai dari perancangan teknis, pemetaan kondisi lapangan, pembersihan lahan, hingga penimbunan untuk menyiapkan area pembangunan,” tuturnya.
Antisipasi dan Kebutuhan Fasilitas Olahraga

Percepatan penimbunan lahan ini diharapkan mampu menjaga lini masa proyek agar tahap konstruksi struktur utama dapat berjalan tepat waktu. Kehadiran stadion baru ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi atas minimnya fasilitas olahraga representatif bagi masyarakat Kota Makassar.
Meski demikian, sejumlah rincian penting terkait proyek ini masih memerlukan transparansi lebih lanjut dari instansi berwenang. Publik dan pegiat olahraga di Makassar masih menantikan kejelasan mengenai total anggaran yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta target kepastian tahun penyelesaian stadion.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan agar seluruh tahapan konstruksi mematuhi spesifikasi teknis dan akuntabilitas anggaran.
“Koordinasi antarpihak diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan secara terarah, dengan memperhatikan kesiapan serta kebutuhan teknis yang berkaitan dengan proyek tersebut,” ujar Zuhaelsi. (*)



