MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan, berkolaborasi dengan Pusat Disabilitas (Pusdis) Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperluas akses keuangan inklusif bagi mahasiswa disabilitas, melalui sosialisasi sistem pembayaran tunai dan nontunai.
Kegiatan yang berlangsung di Arsjad Rasjid Lecture Theatre Unhas, Sabtu (24/10/2026), tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong mahasiswa disabilitas agar dapat melakukan transaksi secara mandiri sesuai kebutuhan.
Ketua Panitia, Muhammad Ilham, mengatakan kegiatan ini diikuti 100 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang merupakan mahasiswa disabilitas.
Sedangkan peserta lainnya terdiri atas relawan pendamping disabilitas dan calon relawan Pusat Disabilitas Unhas.
Menurut Ilham, pemanfaatan teknologi pembayaran digital, termasuk Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), perlu diiringi dengan perhatian terhadap kebutuhan dan aksesibilitas penyandang disabilitas.
Hal ini terutama penting bagi mahasiswa tunanetra yang masih menghadapi tantangan dalam menggunakan sejumlah layanan pembayaran digital.
Karena itu, penyediaan akses terhadap sistem pembayaran tunai maupun nontunai perlu menjadi perhatian agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara dalam bertransaksi.
“Meski sistem QRIS memiliki sejumlah kendala bagi teman-teman netra, mahasiswa disabilitas tetap harus bisa mengakses sistem pembayaran, baik tunai maupun nontunai,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut memperkenalkan berbagai pilihan sistem pembayaran yang dapat dimanfaatkan mahasiswa disabilitas dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui edukasi ini, peserta diharapkan semakin memahami cara bertransaksi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Sementara itu, perwakilan pimpinan BI Sulsel, Fadli Muin, mengatakan kegiatan tersebut mencakup edukasi kebanksentralan, program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS, serta perlindungan konsumen.
Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa disabilitas mengenai peran Bank Indonesia, pentingnya mengenali dan menggunakan Rupiah secara tepat, serta pemanfaatan sistem pembayaran yang aman dan sesuai kebutuhan.
“Kami ingin meningkatkan literasi keuangan mahasiswa disabilitas Unhas, khususnya dalam memahami sistem pembayaran tunai dan nontunai,” ungkap Fadli.
Melalui kolaborasi ini, BI Sulsel dan Pusdis Unhas berharap mahasiswa disabilitas dapat lebih mengenal nilai dan ciri keaslian Rupiah, memahami berbagai metode pembayaran, serta mengetahui aspek perlindungan konsumen dalam bertransaksi.
Upaya tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem keuangan yang inklusif, sehingga mahasiswa disabilitas memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses layanan keuangan dan bertransaksi secara mandiri.
Dengan peningkatan literasi keuangan dan perhatian terhadap aksesibilitas, pemanfaatan sistem pembayaran tunai maupun digital diharapkan semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. (*)



