Fraksi PKS Kolaborasi Kesra Pemkot Makassar Tingkatkan SDM Keagamaan Lewat Pelatihan Dai, Imam, dan Guru Mengaji

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) keagamaan melalui kolaborasi bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu langkah yang didorong yakni pelaksanaan berbagai program pelatihan bagi para dai, imam kelurahan, hingga guru mengaji.

Kepala Bagian Kesra Pemkot Makassar, M. Syarif, mengungkapkan bahwa sejumlah program peningkatan kapasitas SDM keagamaan yang telah dijalankan merupakan hasil usulan dari Fraksi PKS DPRD Kota Makassar.

Menurutnya, Kesra Pemkot Makassar selama ini menjalin kolaborasi dengan Fraksi PKS dalam melaksanakan berbagai pelatihan guna meningkatkan kompetensi para pelaku layanan keagamaan di Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan M. Syarif saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang digelar di Hotel Premier Karebosi Link, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 4.500 tenaga keagamaan yang berkontribusi dalam pembinaan masyarakat, terdiri atas guru mengaji, imam kelurahan, hingga imam masjid. Seluruhnya telah memperoleh insentif dari Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesra.

Selain itu, M. Syarif menegaskan proses pengangkatan imam kelurahan kini dilakukan secara selektif sesuai ketentuan yang berlaku. Seleksi mempertimbangkan kompetensi calon serta mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali), termasuk batas usia maksimal 60 tahun.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar dari PKS, Anwar Faruq, menilai peningkatan kualitas SDM keagamaan harus dibangun melalui pendekatan yang lebih komprehensif.

Menurutnya, pengembangan kapasitas tokoh agama tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan agama, tetapi juga harus mengintegrasikan pendidikan karakter, literasi digital, wawasan kebangsaan, serta penguatan moderasi beragama.

Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa transformasi digital dalam dakwah menjadi kebutuhan di era saat ini.

Karena itu, para dai, tokoh agama, dan santri perlu dibekali kemampuan memproduksi konten kreatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta mengelola media sosial secara efektif agar mampu menjangkau Generasi Z dan masyarakat luas.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya memperkuat moderasi beragama melalui materi dakwah yang mengedepankan nilai toleransi, cinta kemanusiaan, serta semangat Islam rahmatan lil ‘alamin sehingga mampu menghadirkan narasi keagamaan yang sejuk, inklusif, dan konstruktif.

Tak hanya itu, Anwar juga mendorong agar program pembinaan keagamaan diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurut Legislator Fraksi PKS itu, pengembangan inkubasi bisnis berbasis pesantren dan pelatihan kemandirian ekonomi bagi kader keagamaan dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pembangunan daerah. (*)

Banner Sponsor

Iklan