MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Komitmen menuju kota bersih terus digalakkan di Kota Makassar. Melalui aksi lingkungan bertajuk “Jelajah Sampah”, Kecamatan Manggala resmi meluncurkan Sentra Tukar Sampah sebagai langkah taktis mendorong ekonomi sirkular berbasis warga. Acara yang sarat edukasi ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kita Makassar pada [Masukkan Hari/Tanggal Kegiatan].
Kegiatan edukasi lingkungan ini diawali dengan aksi plogging—olahraga lari santai mandiri sambil memungut sampah—di sekitar wilayah Kecamatan Manggala. Dalam aksi tersebut, para peserta berhasil mengumpulkan total 17 kilogram sampah, dengan rincian sebagai berikut:
Sampah Anorganik: 13,8 kg
Sampah Organik: 2 kg
Sampah Residu: 1 kg
Inovasi Sentra Tukar Sampah dan Kelas Edukasi Warga

Tidak sekadar memungut sampah, momentum ini juga menandai babak baru pengelolaan lingkungan melalui peresmian (launching) Sentra Tukar Sampah di Kecamatan Manggala. Fasilitas ini dihadirkan dengan tujuan merangsang kesadaran masyarakat agar lebih bijak memilah sampah langsung dari rumah, sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi warga.
Guna memberikan pemahaman yang mendalam mengenai hilirisasi sampah organik, kegiatan ini juga diramaikan oleh berbagai kelas interaktif yang diikuti secara antusias oleh warga setempat. Terdapat tiga kelas utama yang dihadirkan:
Kelas Biopori dan Kompos: Edukasi pemanfaatan lahan minimalis untuk resapan air dan pembuatan pupuk organik.
Kelas Budidaya Maggot: Solusi cepat penguraian sampah organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kelas Eco-Enzyme: Pelatihan pengolahan kulit buah dan sayur menjadi cairan serbaguna.
Talkshow Persampahan: Bedah Solusi Bersama Pakar

Puncak acara ditutup dengan Talkshow Persampahan yang membedah solusi pengelolaan limbah dari sudut pandang regulasi dan praktis. Diskusi interaktif ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya:
Bapak Mashud Azikin (Perwakilan Dewan Lingkungan Hidup)
Ibu Ellyyana Said, S.Pi., MM (Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya, Pusat Pengendali Dampak Lingkungan Sulawesi dan Maluku, Kementerian Lingkungan Hidup)
Dalam sesi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi multipihak—mulai dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga kebijakan pemerintah pusat. Sinergi ini dinilai krusial untuk memastikan target reduksi sampah dapat tercapai secara konsisten, sekaligus memperkuat fondasi gerakan Makassar Bebas Sampah 2029. (*)

