MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebanyak 11 peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil meloloskan proposal riset mereka dalam seleksi kompetitif Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 11 Tahun 2026. Capaian ini menempatkan Unhas dalam jajaran sepuluh besar perguruan tinggi penerima pendanaan riset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut.
Kepastian penetapan penerima pendanaan tertuang melalui Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Nomor 106/II.7/HK/2026. Penyerahan dokumen penetapan secara resmi berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Jumat (24/7/2026). Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Eng. Agus Haryono, menyerahkan langsung dokumen tersebut kepada Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor Unhas.
Program RIIM merupakan instrumen strategis pemerintah yang dikelola oleh BRIN melalui Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi, dengan dukungan Dana Abadi Penelitian dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Skema ini dirancang sebagai wadah selektif guna mendorong lahirnya inovasi, teknologi, model kebijakan, hingga solusi berbasis sains yang dapat menjawab tantangan pembangunan nasional. Bagi para akademisi, publikasi ilmiah tetap menjadi luaran wajib standar minimal dalam skema kompetisi yang amat ketat ini.
Capaian tahun ini menunjukkan tren peningkatan kuantitas riset Unhas yang terbiayai skema RIIM. Pada gelombang sebelumnya, yakni Batch 10, terdapat tujuh proposal yang memperoleh pendanaan. Jumlah tersebut kemudian melonjak menjadi 11 proposal pada Batch 11.
Riset yang berhasil lolos mendulang hibah mencakup lintas disiplin ilmu, mulai dari isu kesehatan, lingkungan, ekonomi hijau, teknologi manufaktur cerdas, peternakan presisi, kehutanan, hingga penguatan kebijakan publik. Keberagaman topik ini mencerminkan kapasitas civitas akademika Unhas dalam memadukan berbagai cabang ilmu untuk menghasilkan riset yang berorientasi pada dampak (impact-driven research).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D., Sp.MK(K)., menilai keberhasilan ini mempertegas makin solidnya ekosistem riset di perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, kelulusan pada skema berskala nasional ini menunjukkan bahwa gagasan ilmiah yang disusun peneliti Unhas dinilai relevan dengan persoalan nyata masyarakat.
Nasrum menuturkan, LPPM Unhas belakangan aktif mengarahkan transformasi budaya riset. Peneliti tidak hanya dituntut mencetak publikasi bereputasi, tetapi juga mengembangkan kajian yang berpotensi dihilirisasi serta dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah, sektor industri, maupun publik luas.
Ia memaparkan bahwa kompleksitas masalah pembangunan saat ini tidak dapat diurai hanya dengan satu cabang ilmu. Oleh sebab itu, Unhas terus memperkuat sinergi interdisipliner antar-fakultas dan kemitraan dengan instansi luar guna memperbesar peluang aplikasi hasil penelitian di lapangan.
Pandangan senada disampaikan Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D. Ia berpendapat bahwa perolehan hibah ini merupakan cerminan dari tingginya daya saing para akademisi Unhas di tingkat nasional. Pihak universitas berjanji akan terus memberikan pendampingan penyusunan proposal, penguatan jejaring, hingga percepatan hilirisasi agar temuan ilmiah dapat diadopsi menjadi produk kebijakan maupun teknologi tepat guna.

Adapun daftar sebelas judul riset beserta periset Unhas yang menerima pendanaan RIIM Gelombang 11 Tahun 2026 meliputi:
Prof. dr. Andi Dwi Bahagia Febriani, Ph.D., Sp.A(K) — Paparan Mikroplastik di Awal Kehidupan: Studi Korelasi Antara Kelahiran Prematur dan Kelimpahan Partikel Mikroplastik dalam Feses Bayi Baru Lahir
Dr. Andi Kusumawati, S.E., M.Si., Ak., C.A. — Beyond Carbon Tax: Pengembangan dan Implementasi Model Eco-Incentive melalui Sinergi Industri-Pemerintah untuk Pembangunan Aset Karbon Daerah
drg. Erni Marlina, Ph.D., Sp.P.M., Subsp.Inf.Im.(K) — Inovasi Formulasi Film Mucoadhesive Terlarut Saliva Berbasis Gold-Nanopartikel sebagai Penghantar Zat Aktif Pandanus conoideus untuk Terapi Kanker Rongga Mulut
Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si. — Model Penguatan Local Institutional Entrepreneurship dan Jaringan Organisasi Berbasis Komunitas (CBO) dalam Tata Kelola Diversifikasi Pangan Berkelanjutan untuk Pencegahan Stunting di Sulawesi Selatan
Dr. Herlina Rante, S.Si., M.Si., Apt. — Penemuan Senyawa Antibakteri dan Pengembangan Formula Emulgel Termosensitif Pelepasan Terkontrol Berbasis Metabolit Sekunder Bunga Syzygium aromaticum dalam Pengobatan Infeksi Akibat Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi
Prof. Dr. Ir. Indrabayu, S.T., M.T., M.Bus.Sys., IPM., ASEAN.Eng. — Prototype Conveyor Cerdas untuk Produk Hortikultura Di Proses Hilir
Dr. Jamila Mustabi, S.Pt., M.Si., IPM. — Inovasi Bio-Starter Rumen Berbasis Multi Omik untuk Efisiensi Nutrisi Presisi pada Kambing Perah
Dr. Kidung Tirtayasa Putra Pangestu, S.Hut., M.Si. — Perbaikan Mutu Kayu Hutan Rakyat Melalui Interkolasi Nanopartikel Bahan Pewarna Alami
Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si., CRA., CRP., CWM. — Integrasi Fiscal Technology dan Human Capital pada Strategi Earmarking Pajak Daerah untuk Mitigasi Eksternalitas Lingkungan dan Akselerasi SDGs
Prof. Dr. Nunuk Hariani Soekamto, M.S. — Penelusuran Metabolit Sekunder Dari Makro Alga Sebagai Kandidat Antikanker
Yulia Yusrini Djabir, S.Si., MBM.Sc., M.Si., Ph.D., Apt. — Micro-Modular Array (μMA) sebagai Platform Microsampling untuk Point-of Care Transdermal Therapeutic Drug Monitoring (POC-tTDM) pada Pasien dengan Multiterapi Obat Antiepilepsi. (*)

