FKG Unhas dan Hokkaido University Gelar Simposium Internasional Bahas Inovasi Periodontologi dan Kesehatan Sistemik

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas) memperkuat kerja sama akademis internasional bersama Hokkaido University, Jepang, lewat gelaran Virtual Symposium Series: Periodontology. Forum ilmiah tersebut menyoroti pentingnya menjaga kondisi gusi dan jaringan penyangga gigi karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Mengusung tema “Periodontology and Periodontics: Basics and Beyond”, simposium daring ini menghadirkan pakar dari Department of Periodontology, Graduate School of Dental Medicine, Hokkaido University, Prof. Naoki Takahashi, DDS., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Naoki membedah perkembangan ilmu periodontologi mulai dari prinsip dasar hingga inovasi terkini yang menentukan arah praktik kedokteran gigi masa depan.

Ilmu periodontologi sendiri berfokus pada jaringan penyangga gigi yang mencakup gusi (gingiva), ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar. Rangkaian jaringan ini berfungsi mempertahankan posisi gigi agar tetap kokoh. Tanpa penanganan medis yang tepat, gangguan pada jaringan penyangga berisiko memicu peradangan, kerusakan tulang, hingga tanggalnya gigi.

Prof. Naoki Takahashi menegaskan bahwa penguasaan konsep fundamental menjadi fondasi utama dalam aspek pencegahan, diagnosis, serta penatalaksanaan penyakit periodontal. Menurutnya, pemahaman mendasar yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengadopsi kemajuan terapi periodontal berbasis bukti ilmiah (evidence-based dentistry).

Seiring pesatnya riset dan teknologi, cakupan ilmu periodontik tidak lagi sebatas pengobatan penyakit gusi. Saat ini, fokus pelayanan telah meluas ke pendekatan preventif, regeneratif, dan rehabilitatif. Penggunaan biomaterial serta teknologi diagnosis presisi kini memungkinkan dokter gigi memberikan perawatan yang lebih efektif dan personal sesuai kebutuhan pasien.

Hal menarik lain yang dibahas dalam simposium tersebut adalah keterkaitan erat antara penyakit periodontal dan penyakit sistemik, seperti diabetes melitus serta gangguan kardiovaskular. Temuan ini menegaskan bahwa kesehatan rongga mulut tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara umum, sehingga peningkatan kapasitas dokter gigi menjadi kebutuhan krusial.

Baca juga: Rektor Unhas: Lulusan Harus Siap Bersaing di Tingkat Global, Bukan Sekadar Miliki Gelar

Simposium dibuka secara resmi oleh Dekan FKG Unhas, Erni Marlina, drg., Ph.D., Sp.PM.Subsp.Inf.Im. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi bersama Hokkaido University menjadi sarana pertukaran ilmu yang berharga bagi akademisi dan praktisi untuk mengadopsi perkembangan riset mutakhir dalam pelayanan medis.

Selain aspek ilmiah, agenda internasional ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan penanganan penyakit gusi mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), pengembangan kompetensi dokter gigi dan residen mewujudkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta kemitraan lintas negara ini menjadi bentuk konkret implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 16.30 hingga 18.00 WITA (17.30 JST) ini disambut antusias. Ratusan peserta berpartisipasi dalam acara ini, yang terdiri dari alumni FKG Unhas, dokter gigi umum, hingga para residen dari Program Studi Spesialis Periodonsia dan program spesialis lainnya. (*)

Banner Sponsor

Iklan