MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, terus memperkuat edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumber melalui program Jelajah Sampah.
Memasuki titik kesembilan pelaksanaannya, kegiatan digelar di Kecamatan Mariso, Sabtu (1/8/2026), dengan melibatkan pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.
Kegiatan yang dipusatkan di Asrama Lompobattang tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, dan diawali dengan aksi plogging atau memungut sampah sambil berolahraga bersama unsur kecamatan, kelurahan, RT/RW, satgas kebersihan, serta masyarakat.
Dari aksi tersebut berhasil dikumpulkan 68,04 kilogram sampah, yang terdiri atas 50,28 kilogram sampah organik, 9,6 kilogram sampah anorganik, dan 8,16 kilogram sampah residu.
Seluruh sampah kemudian dipilah sesuai jenisnya dan disalurkan ke fasilitas pengelolaan yang berbeda. Sampah organik diolah melalui TEBA RW 6 Kelurahan Pannambungan, sampah anorganik diserahkan ke Bank Sampah Mawar RW 6, sedangkan sampah residu diangkut menuju TPA Antang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan mekanisme tersebut menjadi contoh nyata bahwa sampah yang dipilah sejak awal tidak semuanya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Melalui Jelajah Sampah, kami ingin memperlihatkan bahwa setiap jenis sampah memiliki jalur pengelolaan yang berbeda. Sampah organik dapat diolah, sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah, sedangkan hanya residu yang dibawa ke TPA,” ujar Helmy.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari rumah merupakan fondasi utama keberhasilan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sampah yang telah dipisahkan akan lebih mudah dikumpulkan, diangkut, dan diarahkan ke fasilitas pengolahan sesuai karakteristiknya.
Ia menegaskan, program Jelajah Sampah tidak hanya bertujuan mengajak masyarakat memilah sampah, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai alur pengelolaan setelah sampah dipisahkan berdasarkan kategori organik, anorganik, dan residu.

“Pemerintah terus memperkuat fasilitas dan alur pengelolaan sampah di tingkat wilayah. Namun, keberhasilan sistem ini tetap bergantung pada partisipasi masyarakat untuk memilah dari rumah dan menyerahkan sampah melalui jalur pengelolaan yang tepat,” jelasnya.
Selain mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, pemilahan juga memberikan nilai tambah karena sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah.
Helmy juga mengingatkan pentingnya pemilahan benda-benda tajam seperti pecahan kaca, paku, dan tusuk sate agar dikemas secara aman. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi petugas kebersihan dari risiko cedera saat proses pengumpulan dan pengangkutan sampah.
Sementara itu, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Pengelolaan sampah adalah pekerjaan besar yang tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari camat, lurah, RT, RW, hingga masyarakat di setiap rumah,” kata Melinda.
Karena itu, DLH Kota Makassar terus mendorong camat, lurah, RT, dan RW agar memperkuat edukasi serta pendampingan kepada warga secara berkelanjutan. Diharapkan, pemahaman mengenai cara memilah dan menyalurkan sampah dapat membentuk budaya baru dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar sesi talkshow bersama praktisi lingkungan Tjing Ming Nelly dan Pengelola TPS3R Mariso, Saleh, yang membahas pentingnya konsistensi masyarakat dalam memilah sampah serta dukungan fasilitas pengolahan di tingkat lingkungan.
Kegiatan Jelajah Sampah di Mariso turut dihadiri Kepala DLH Kota Makassar beserta jajaran, Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Kepala Asrama Lompobattang, Camat Mariso, unsur Tripika Kecamatan Mariso, Ketua TP PKK Kecamatan Mariso, para lurah, RT/RW, hingga satgas kebersihan se-Kecamatan Mariso.
Melalui program yang kini telah memasuki titik kesembilan tersebut, DLH Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah semakin meningkat sehingga mampu mengurangi beban TPA, memperkuat pengelolaan sampah di tingkat wilayah, melindungi petugas kebersihan, serta mewujudkan Makassar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

