MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), terus memperkuat strategi ketahanan pangan berbasis komunitas.
Terbaru, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Makassar, Nirman Nisman Mungkasa, hadir menjadi narasumber utama dalam kegiatan Pendampingan Program Remaja Masjid Se-Kota Makassar yang digelar di Masjid Jamiul Ihsan, Jl. Toddopuli Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan edukatif bertajuk Urban Farming (pertanian perkotaan) ini diikuti oleh puluhan perwakilan remaja masjid dari berbagai wilayah di Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, Nirman Nisman Mungkasa menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya pemuda masjid, sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan keluarga serta lingkungan setempat.
”Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat peradaban dan pemberdayaan masyarakat. Melalui konsep urban farming, para remaja masjid bisa memanfaatkan lahan pekarangan atau area sekitar masjid yang kosong untuk menanam tanaman produktif,” ujar Nirman Nisman Mungkasa di hadapan para peserta.
Nirman menambahkan, penerapan urban farming sangat cocok diterapkan di Kota Makassar yang memiliki keterbatasan lahan pertanian konvensional. Dengan mengoptimalkan teknik seperti hidroponik, vertikultur, maupun tabulampot (tanaman buah dalam pot), remaja masjid diharapkan mampu memproduksi bahan pangan sehat secara mandiri.
”Kami dari Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk siap melakukan pendampingan teknis, memberikan edukasi berkelanjutan, hingga memfasilitasi kebutuhan dasar agar semangat para remaja masjid ini dapat membuahkan hasil nyata,” tambahnya.
Melalui program pendampingan ini, Dinas Ketapang Makassar berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga terdorong untuk mengeksekusi gerakan menanam di lingkungan masjid dan rumah masing-masing demi mendukung ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan. (*)

