MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, terus menggalakkan pemilahan sampah dari sumbernya melalui program edukasi lapangan bertajuk Jelajah Sampah 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Mariso baru-baru ini, menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Makassar dalam menekan volume limbah menuju target besar Makassar Bebas Sampah 2029.
Dalam aksi yang melibatkan pemerintah wilayah, pengurus RT/RW, hingga warga setempat tersebut, sebanyak 68,04 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah secara terorganisir.
Rincian pemilahan limbah yang berhasil terkumpul meliputi Sampah Organik 50,28 kg, Sampah Anorganik 9,6 kg, dan Sampah Residu 8,16 kg.
Setiap jenis sampah yang terkumpul langsung disalurkan sesuai dengan jalur pengelolaannya masing-masing. Sampah organik dialirkan ke fasilitas Tempat Edukasi Bahan Alami (TEBA) RW 06 Pannambungan untuk diolah.
Sampah anorganik diserahkan ke Bank Sampah Mawar RW 06 untuk dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah residu diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang.

Rangkaian program ini juga diisi dengan talkshow edukatif dan aksi pemilahan langsung. Warga diajak memahami teknis pengolahan sampah organik—salah satunya dengan teknologi biokonversi menggunakan Black Soldier Fly (Hermetia illucens) untuk mengubah limbah organik menjadi protein masa depan—serta sistem daur ulang sampah anorganik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, menegaskan pentingnya konsistensi warga dalam memilah sampah sejak dari unit terkecil, yakni rumah tangga.
”Gerakan ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama menuju Makassar Bebas Sampah 2029. Memilah sampah dari rumah bukan sekadar memisahkan barang bekas, melainkan memastikan setiap jenis limbah memiliki jalur pengelolaan yang tepat,” ujar Helmy Budiman, saat dikonfirmasi Senin (10/8/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dan jajaran tingkat kelurahan hingga RT/RW sangat krusial untuk mengurangi beban pembuangan di TPA.
”Jika sampah organik dan anorganik sudah selesai di tingkat RT/RW atau bank sampah, maka hanya sebagian kecil residu yang benar-benar berakhir di TPA Antang. Dengan kolaborasi seluruh pihak dan membiasakan gerakan #MulaiDariRumah, kita optimis lingkungan Kota Makassar akan tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui program Jelajah Sampah 2026, DLH Makassar berharap kesadaran kolektif warga Mariso dan masyarakat Makassar pada umumnya, dapat terus meningkat demi mewujudkan pengelolaan lingkungan yang mandiri dan ramah lingkungan. (*)

