MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa pelaksanaan program PKK tidak boleh hanya terlihat aktif ketika menghadapi agenda penilaian.
Penegasan tersebut disampaikan Melinda saat rangkaian Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) PKK Kota Makassar berlanjut di Kecamatan Rappocini dan Kecamatan Mariso, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Melinda, SMEP menjadi bagian penting untuk mengukur sejauh mana sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, pengurus, hingga kader PKK dalam menerjemahkan dan menjalankan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan.
Evaluasi, kata dia, bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang terbaik, melainkan menjadi ruang untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus memperkuat pelaksanaan program di tengah masyarakat.
“Jangan nanti pada saat mau dinilai baru kita sibuk mempersiapkan semuanya. Administrasi dan kegiatan harus berjalan serta tercatat dengan baik sepanjang tahun,” pesan Melinda.
Baca Juga : Maulid DWP Makassar, Melinda Aksa Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri Untuk Suami
Ia secara khusus menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam administrasi dan pelaporan kegiatan. Menurutnya, seluruh program yang dijalankan harus terdokumentasi secara tertib dan berkesinambungan, bukan baru disiapkan ketika tim penilai akan melakukan kunjungan.
Selain administrasi, Melinda juga memberi perhatian terhadap keberlanjutan program Kebun Hatinya PKK di setiap kelurahan.
Ia meminta agar kebun PKK tidak hanya dirawat dan ditata ketika akan menghadapi lomba atau penilaian, tetapi benar-benar dikelola secara konsisten sepanjang tahun sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita mencari bukan hanya kebun yang bagus ketika dinilai, tetapi kebun yang benar-benar hidup dan dikelola terus-menerus,” ujar Melinda.
Menurut dia, Kebun Hatinya PKK dapat menjadi salah satu instrumen penguatan urban farming di tingkat kelurahan.
Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri, keberadaan kebun juga diharapkan mampu menjadi ruang produktif bagi keluarga, terutama dalam pemanfaatan lahan serta mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.
Kelurahan yang memiliki kebun aktif dengan sistem pengelolaan terbaik nantinya juga berpeluang menjadi kandidat untuk mengikuti kompetisi di tingkat Kota Makassar.
Dalam agenda SMEP tersebut, Melinda Aksa turut menyoroti gerakan pemilahan sampah yang telah berjalan di Kota Makassar sejak 1 Agustus 2026.

Setelah memasuki sekitar satu bulan pelaksanaan, program tersebut mulai dievaluasi untuk melihat konsistensi penerapannya, termasuk peran kader PKK dalam mengedukasi masyarakat.
Melinda menilai kader PKK memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah.
Namun, ia menekankan bahwa perubahan tersebut harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah masing-masing kader.
“Jangan hanya menyampaikan kepada masyarakat. Kita harus memberikan contoh. Kalau di rumah sendiri sudah memilah sampah, akan lebih mudah mengajak masyarakat melakukan hal yang sama,” jelasnya.
Di Kecamatan Rappocini, penguatan sistem pengelolaan sampah juga terus didorong. Salah satunya melalui rencana pemanfaatan salah satu lokasi di kawasan Tallo-Salaring untuk dikembangkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah berbasis kawasan, mengingat Kecamatan Rappocini merupakan salah satu wilayah dengan cakupan area yang luas dan masih membutuhkan dukungan fasilitas pengolahan sampah.
Baca Juga : Jelajah Sampah Makassar Tuntas di Sangkarrang, Melinda Aksa Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri
Di tengah pelaksanaan evaluasi tersebut, Kecamatan Rappocini juga membawa capaian yang mendapat apresiasi.
Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, menyampaikan bahwa Kelurahan Gunung Sari berhasil meraih juara pertama di tingkat Kota Makassar dan kembali mempertahankan prestasi dengan menjadi juara pertama di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Prestasi tersebut mengantarkan Kelurahan Gunung Sari untuk melaju ke kompetisi tingkat nasional. Saat ini, kelurahan tersebut tengah mengikuti tahapan penilaian lanjutan secara langsung.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa konsistensi dalam menjalankan program di tingkat kelurahan dapat menghasilkan prestasi sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
Rangkaian SMEP PKK Kota Makassar sendiri masih akan berlanjut ke sejumlah kecamatan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Melinda berharap evaluasi tidak hanya berhenti pada pencatatan capaian maupun persiapan menghadapi penilaian, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki kekurangan, memperkuat koordinasi, serta memastikan 10 Program Pokok PKK benar-benar berjalan secara konsisten sepanjang tahun.
Dengan demikian, Melinda Aksa berharap, SMEP PKK tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan siapa yang terbaik, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan seluruh program PKK tetap hidup, berkembang, dan menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga serta masyarakat Kota Makassar. (*)


