MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), memperkuat pengembangan bisnis bioetanol dan manufaktur melalui optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perluasan pasar.
Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing anak perusahaan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan dan nilai tambah baru bagi korporasi.
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, melakukan kunjungan kerja ke PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, baru-baru ini.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pengembangan bisnis kedua anak perusahaan berjalan optimal melalui penguatan operasional, inovasi, dan penerapan strategi bisnis yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.
Saat mengunjungi Enero, Abdul Rivai Ras mendorong peningkatan kapasitas usaha dan perluasan pasar bioetanol berbasis molases atau tetes tebu.
Menurutnya, Enero memiliki potensi besar untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk samping industri perkebunan.
“Enero tidak boleh berhenti dan berpuas diri hanya menjadi pemain utama di Jawa Timur. Kita harus melangkah lebih jauh, berekspansi, dan membawa model bisnis bioetanol berbasis molases ini ke berbagai wilayah lain di Indonesia,” ujar Abdul Rivai Ras, yang akrab disapa Bro Rivai, saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Ia menegaskan, penguatan kompetensi, peningkatan daya saing, serta pengembangan model bisnis yang adaptif menjadi faktor penting untuk mendorong Enero berkembang sebagai pusat keunggulan industri bioetanol nasional atau center of excellence.
Melalui strategi tersebut, Enero diharapkan tidak hanya memperkuat posisi bisnisnya di pasar regional, tetapi juga memperluas jangkauan usaha ke tingkat nasional.
Pengembangan bioetanol berbasis molases juga menjadi peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil samping industri gula menjadi produk bernilai tambah.
Selain sektor bioetanol, PTPN I turut memperkuat bisnis manufaktur melalui optimalisasi kinerja Dasaplas, perusahaan yang bergerak di bidang produksi karung plastik dan kemasan fleksibel.

Dalam kunjungannya ke Dasaplas, Bro Rivai menekankan pentingnya optimalisasi aset, efisiensi proses produksi, dan inovasi produk untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Langkah tersebut dinilai penting agar perusahaan mampu memaksimalkan kapasitas produksi sekaligus merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Dasaplas juga didorong memperluas pasar komersial di luar kebutuhan internal PTPN Group. Perluasan pasar ini diharapkan dapat membuka peluang pendapatan baru, meningkatkan pemanfaatan fasilitas produksi, dan memperbesar kontribusi perusahaan terhadap kinerja grup.
“Optimalisasi aset yang efisien serta pengembangan bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan pasar menjadi kunci utama Dasaplas untuk tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” tegas Bro Rivai.
Menurutnya, setiap anak perusahaan harus mampu mengembangkan potensi bisnis secara terukur, meningkatkan produktivitas, serta memastikan seluruh aset yang dimiliki memberikan nilai ekonomi optimal.
Dengan pendekatan tersebut, anak perusahaan diharapkan tidak hanya berperan sebagai pendukung operasional grup, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan baru yang memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja PTPN I.
Penguatan bisnis Enero dan Dasaplas menjadi bagian dari upaya PTPN I mempercepat transformasi anak perusahaan melalui pengembangan bisnis yang lebih produktif, efisien, dan kompetitif.
Optimalisasi kedua perusahaan juga mencerminkan upaya PTPN I dalam mendiversifikasi sumber pertumbuhan korporasi.
Pengembangan bioetanol membuka peluang peningkatan nilai tambah dari produk samping perkebunan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Sementara itu, penguatan bisnis manufaktur diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas sumber pendapatan melalui pasar komersial.
Melalui strategi tersebut, PTPN I menegaskan komitmennya untuk meningkatkan daya saing anak perusahaan, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta memperluas peluang usaha secara berkelanjutan.
Pengembangan bisnis yang terukur diharapkan mampu memperkuat kontribusi Enero dan Dasaplas terhadap kinerja grup, sekaligus menjadikan anak perusahaan sebagai sumber nilai tambah dan pertumbuhan jangka panjang bagi PTPN I. (*)



