HUT ke-14 Kaltara: Fokus Inklusi Ekonomi di Tengah Efisiensi Anggaran

HUT ke-14 Kaltara, Gubernur Paparkan Capaian Strategis dan Peluang Tantangan Pembangunan (Foto: istimewa)

MENITNEWS.CO.ID, TANJUNG SELOR  — Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merayakan hari jadi ke-14 dengan catatan pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah tantangan efisiensi anggaran dan isu lingkungan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju perekonomian daerah ini tercatat tumbuh sebesar 4,96 persen pada triwulan II 2026.

Secara kumulatif pada semester I 2026 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, perekonomian Kaltara melaju hingga 5,09 persen. Pergerakan ekonomi tersebut juga didukung oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) yang menembus angka Rp42,47 triliun pada triwulan II 2026.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyatakan bahwa capaian tersebut harus diiringi dengan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedalaman dan garis perbatasan. Tema peringatan tahun ini, “14 Tahun Kalimantan Utara, Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, merefleksikan visi tersebut.

“Besar harapan kita agar seluruh warga, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa di pedalaman dan garis perbatasan, dapat merasakan buah pertumbuhan ekonomi serta hidup lebih sejahtera,” ujar Zainal dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltara, Sabtu (24/10/2026), melalui keterangan tertulis yang diterima.

Efisiensi Anggaran dan Empati Lingkungan

Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum (Foto: istimewa)

Peringatan HUT ke-14 Kaltara tahun ini dikemas berbeda dari biasanya. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap musibah kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan.

Selain tantangan lingkungan, pemerintah daerah juga menghadapi penyesuaian kebijakan pengurangan transfer dana ke daerah serta tuntutan efisiensi anggaran. Kendati demikian, Gubernur memastikan dinamika tersebut tidak mengendurkan upaya akselerasi pembangunan.

“Kebijakan efisiensi anggaran sama sekali tidak mengurangi semangat kita untuk terus memajukan Kaltara,” tegasnya.

Akuntabilitas Keuangan dan Inovasi Daerah

Menjaga Semangat Pembangunan Kaltara di Tengah Efisiensi dan Tantangan Lingkungan (Foto: Istimewa)

Dari sisi tata kelola keuangan, Pemerintah Provinsi Kaltara kembali mencatatkan prestasi dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Raihan ini menandai pencapaian WTP secara berturut-turut sebanyak 12 kali.

Pemerintah daerah juga mengandalkan sejumlah terobosan untuk menggali potensi lokal, di antaranya inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara). Selain itu, optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Atas Air (PKAA) turut di dorong untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur menilai seluruh capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Rapat paripurna istimewa tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng dan nasi rasul sebagai simbol keharmonisan kemitraan antara eksekutif dan legislatif. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan