MENITNEWS.CO.ID, LUWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) resmi memperkuat peran Forum Desa (FORDES) MATAPPA sebagai wadah utama aspirasi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Penguatan ini ditandai dengan pengukuhan Pengurus FORDES MATAPPA yang dirangkaikan dengan penyematan rompi secara simbolis. Langkah ini menjadi representasi penguatan peran forum dalam membangun komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta dunia usaha.
Kegiatan bertajuk “Penguatan FORDES MATAPPA dan Program Jaga Desa: Sinergi Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES MATAPPA, dan MDA” ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Luwu, Ketua DPRD, Kapolres, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta Direktur MDA Erlangga Gaffar bersama manajemen.
Jembatan Dialog dan Solusi Pembangunan Daerah

Momentum ini menegaskan komitmen bersama antara Pemkab Luwu dan MDA dalam menerapkan pendekatan pembangunan yang berangkat langsung dari bawah (bottom-up). Melalui FORDES MATAPPA, berbagai kebutuhan masyarakat akan dihimpun, dimusyawarahkan, lalu direalisasikan lewat Program Jaga Desa.
Dalam kesempatan terpisah, Bupati Luwu H. Patahudding, S.Ag. mengajak masyarakat untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal sebagai ruang utama penyampaian aspirasi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di wilayah operasional MDA untuk menjadikan FORDES MATAPPA sebagai wadah aspirasi dan ruang musyawarah. Melalui dialog dan kolaborasi, kita dapat menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah,” ujar Patahudding.
Pemerintah daerah memandang forum ini sebagai pilar penting untuk menjaga stabilitas desa. Hubungan yang harmonis antara warga dan perusahaan diharapkan mampu menyelaraskan iklim investasi dengan kebutuhan riil masyarakat.
Mengawal Amanah Masyarakat Desa
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengingatkan para pengurus yang dilantik bahwa mereka memegang amanah besar sebagai perwakilan objektif dari desa masing-masing.
“Menjadi Pengurus FORDES MATAPPA adalah amanah untuk mendengar, menghimpun, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya berharap pengurus mampu menjadi jembatan komunikasi yang baik,” kata Sofyan.
Ia menambahkan, aspirasi yang masuk tidak boleh berhenti sebagai masukan di atas kertas, melainkan harus dikawal hingga menjadi program nyata yang dieksekusi melalui Program Jaga Desa.
Tiga Pilar Utama Program ‘Jaga Desa’
Direktur MDA, Erlangga Gaffar, mengungkapkan bahwa sejak awal perusahaan berkomitmen membangun program kemasyarakatan dengan metode mendengar terlebih dahulu, bukan memaksakan program dari atas.
“Kami percaya program yang paling baik bukanlah program yang datang dari perusahaan, melainkan program yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat itu sendiri,” jelas Erlangga.
Menurut Erlangga, FORDES MATAPPA merupakan fondasi utama dari Program Jaga Desa yang diterjemahkan ke dalam tiga pilar utama:
- Jaga Stabilitas Desa: Berfokus pada penguatan komunikasi dan harmonisasi hubungan tiga arah (warga, pemerintah, perusahaan).
- Jaga Masa Depan Desa: Diimplementasikan melalui program pendidikan seperti Akademi MATAPPA.
- Jaga Keselamatan Desa: Diwujudkan lewat mitigasi bencana, salah satunya pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA).
Dukungan Penuh dari DPRD dan Kapolres Luwu
Langkah maju ini mendapat apresiasi positif dari legislatif dan aparat keamanan. Ketua DPRD Kabupaten Luwu menyebutkan bahwa pembangunan daerah akan jauh lebih efektif jika masyarakat diberi ruang terbuka untuk mengawal program secara bersama-sama.
Di sisi lain, Kapolres Luwu berharap FORDES MATAPPA bisa menjadi wadah restorative dalam menyelesaikan berbagai potensi persoalan di lapangan melalui musyawarah mufakat. Menurutnya, komunikasi yang sehat adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas wilayah operasional. (*)

