MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Komitmen untuk menyelaraskan pelestarian budaya daerah dengan penguatan ekonomi kemasyarakatan, terus ditunjukkan oleh PT Vale Indonesia Tbk.
Melalui partisipasi aktif dalam ajang Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nasional ke-54 dan HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46, yang digelar di Kota Makassar, baru-baru ini, PT Vale Indonesia memamerkan berbagai produk kerajinan unggulan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya.
Dalam pameran berskala nasional ini, produk kerajinan tradisional khas Luwu Timur menjadi sorotan utama. Ragam karya terbaik dipamerkan secara lengkap, mulai dari kerajinan anyaman Teduhu asal Desa Nuha hingga produk Sampa Konao dari Desa Matano.
Kehadiran produk-produk bernilai seni tinggi ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Luwu Timur kepada masyarakat luas secara nasional.
Dukungan PT Vale terhadap keberlanjutan sektor usaha lokal tidak hanya berhenti pada fasilitasi pameran. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan terus melakukan pendampingan secara komprehensif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui serangkaian pelatihan, penguatan kapasitas produksi, hingga pengembangan desain produk agar dapat bersaing di pasar modern.
Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa kolaborasi ini juga merangkul Kementerian ESDM demi memastikan adanya langkah regenerasi pengrajin lokal.
Pihak PT Vale Indonesia menyatakan bahwa, kerajinan Teduhu ini sudah mulai mengalami degradasi karena selama ini hanya dikerjakan oleh orang tua.

“Kami dari PT Vale Indonesia mengupayakan supaya ada regenerasi, sehingga kami membina adik-adik ini agar bisa berkelanjutan. Kami juga berupaya melalui pameran ini untuk memperluas pemasaran dan mempertemukan mereka dengan para pengusaha yang tertarik,” ujar Yusri.
Upaya regenerasi ini disambut baik oleh Yulianti, Ketua Kelompok Anyaman Teduhu. Ia menyampaikan apresiasi yang besar atas peran aktif perusahaan dalam mempertahankan warisan budaya tersebut.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak PT Vale yang sudah membantu memberikan pelatihan kepada adik-adik. Dengan begitu, kini ada generasi penerus untuk anyaman Teduhu,” ungkap Yulianti.
Sementara itu, Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia, Suwarny Dammar, menegaskan bahwa penciptaan nilai bersama (creating shared value) merupakan inti dari operasional perusahaan.
PT Vale berkomitmen agar aktivitas industri dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar wilayah tambang.
Bagi PT Vale Indonesia, keberlanjutan bukan hanya soal menjaga lingkungan, melainkan juga menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui warisan budayanya.
“Kami ingin memastikan produk lokal seperti anyaman Teduhu tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan mandiri bagi generasi mendatang,” tutur Suwarny Dammar.
Melalui sinergi yang konsisten ini, PT Vale Indonesia berharap produk-produk UMKM binaan, tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, melainkan mampu tumbuh secara mandiri, berkelanjutan, dan bersaing di pasar industri kreatif yang lebih luas. (*)

