Bank Sulselbar Perkuat Pengembangan Durian Endemik, Dukung Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026

MENITNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Komitmen Bank Sulselbar dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah kembali diwujudkan melalui dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Utara di kawasan Car Free Day (CFD), Jalur Dua Rumah Jabatan Bupati, Masamba, baru-baru ini, menjadi ajang strategis untuk mengangkat potensi durian endemik sebagai komoditas unggulan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.

Festival yang mengusung tema “Dari Kebun ke Pengunjung, Luwu Utara Unggul, Terkemuka, dan Akseleratif” tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Acara diawali dengan senam sehat bersama Bupati Luwu Utara H. Andi Abdullah Rahim, ST, Wakil Bupati H. Jumail Mappile, S.IP., M.Si., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Sebagai salah satu mitra utama kegiatan, Bank Sulselbar mengambil peran penting dalam mendukung pengembangan sektor unggulan daerah. Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen Bank Sulselbar dalam memperkuat pemberdayaan pelaku usaha, petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Festival menghadirkan tiga agenda utama, yakni pameran dan penjualan durian segar yang mempertemukan petani dengan konsumen secara langsung, coaching clinic budidaya durian sebagai sarana peningkatan kapasitas petani, serta kontes durian terbaik yang diikuti sekitar 63 varietas durian lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Utara.

Kontes tersebut menghadirkan tim Durian Traveler, yakni Nur Mualif, Indra Wijaya, dan Sigit Purwanto sebagai dewan juri. Penilaian dilakukan berdasarkan karakteristik fisik, cita rasa, aroma, tekstur, hingga keaslian varietas durian yang diperlombakan.

Nur Mualif menilai Festival Durian Lokal menjadi langkah strategis untuk menemukan sekaligus memperkenalkan varietas unggulan asli Luwu Utara agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Ini adalah proses pencarian bakat untuk durian lokal di Luwu Utara. Durian akan memiliki nilai apabila kita peduli terhadap potensinya. Dulu Musang King hanya dikenal oleh kalangan tertentu, kini menjadi varietas yang mendunia dan memberikan nilai ekonomi tinggi bagi petani,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Ia juga menegaskan bahwa keaslian varietas menjadi aspek utama dalam proses penilaian.

“Kalau saya menjadi juri, saya tidak melihat siapa pemiliknya. Jika durian itu merupakan keturunan varietas dari daerah lain, maka akan didiskualifikasi. Kita mencari varietas asli Luwu Utara yang memiliki karakter lokal, bukan hasil persilangan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan Festival Durian Lokal merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, musim panen durian yang melimpah tahun ini menjadi modal besar bagi Luwu Utara untuk terus mengembangkan sektor tersebut.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dianugerahi panen durian yang melimpah. Bahkan, berdasarkan pengamatan di beberapa wilayah, masih ada pohon yang sedang berbunga. Ini menunjukkan bahwa Luwu Utara memiliki potensi menghasilkan durian hampir sepanjang tahun,” ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah teridentifikasi sekitar 52 varietas durian endemik asli Luwu Utara yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah.

“Potensi ini harus kita jaga bersama. Melalui festival ini kita ingin memperkenalkan kekayaan plasma nutfah daerah sekaligus membuka peluang agar durian lokal Luwu Utara mampu menjadi komoditas unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, mengatakan dukungan Bank Sulselbar terhadap Festival Durian Lokal merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat pengembangan potensi ekonomi berbasis keunggulan daerah.

“Bank Sulselbar tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Festival Durian Lokal Luwu Utara menjadi momentum penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas akses pasar bagi petani, serta memperkuat sektor agrowisata yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Hartani Djurnie.

Ia menambahkan, Bank Sulselbar akan terus mendukung berbagai program pembangunan daerah yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Festival Durian Lokal Luwu Utara 2026 terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama berbagai mitra strategis, di antaranya Bank Sulselbar, Kalla Arembamma, Tirta Energi Cemerlang, DGW Indonesia, unsur TNI/Polri, serta sejumlah pihak lainnya.

Melalui sinergi Bank Sulselbar tersebut, diharapkan potensi durian endemik Luwu Utara semakin dikenal luas, mampu meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan sektor agrowisata daerah. (*)

Banner Sponsor

Iklan