Proyek HPAL Sambalagi PT Vale Indonesia Morowali Kedatangan Autoclave Raksasa

MENITNEWS.CO.ID, ​MOROWALI — Transformasi hilirisasi nikel berkonsep ramah lingkungan di Indonesia kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama mitra strategisnya, GEM Co., Ltd. dan EcoPro, resmi menerima kedatangan autoclave—peralatan utama untuk fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leaching (HPAL)—dalam acara BNSI Autoclave Delivery Ceremony di Sambalagi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

​Kedatangan mesin berteknologi tinggi berkapasitas terbesar di dunia (1.268 m³) tersebut menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah di bawah naungan PT Vale Morowali.

​Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang untuk mengolah bijih limonit (nikel kadar rendah) menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). MHP merupakan bahan baku vital dan strategis dalam rantai pasok manufaktur baterai kendaraan listrik (electric vehicle) global.

​Proyek ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP. Untuk mendukung target tersebut, fasilitas ini membutuhkan pasokan bahan baku sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang bersumber langsung dari area pertambangan PT Vale Indonesia di Bahodopi.

​Pembangunan pabrik PT Vale Indonesia ini terbagi ke dalam tiga jalur produksi utama (Line A, B, dan C), di mana target first mechanical completion atau penyelesaian mekanis pertama dijadwalkan tercapai pada akhir tahun 2026.

​Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menegaskan pentingnya proyek ini bagi kedaulatan industri nasional.

​”HPAL Sambalagi menempatkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar yang sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas negara—Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok—dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional, yaitu membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rosan.

​Melalui penerapan teknologi modern dan prinsip keberlanjutan, PT Vale Indonesia bersama mitra berkomitmen untuk terus mendorong rantai nilai industri mineral yang bertanggung jawab serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Morowali, Sulawesi Tengah, dan Indonesia secara luas. (*)

Banner Sponsor

Iklan