MENITNEWS.CO.ID, PANGKEP — Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros di Jalan Azalea, Kecamatan Turikale, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada pembelajaran mengenai pengelolaan dana hibah serta tata kelola organisasi olahraga yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Rombongan Komisi I DPRD Pangkep disambut langsung oleh Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, bersama jajaran pengurus bidang. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan agenda utama berbagi pengalaman dan bertukar informasi mengenai mekanisme pengelolaan dana hibah yang bersumber dari pemerintah daerah.
Anggota Komisi I DPRD Pangkep yang hadir dalam kunjungan tersebut yakni Irmawati dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hj. Halija dari Partai Gerindra, M. Arief dari Partai NasDem, serta Abdul Rauf dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Dalam diskusi, kedua belah pihak membahas berbagai aspek pengelolaan dana hibah, mulai dari proses perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban. Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya kesamaan persepsi dalam penerapan regulasi agar tidak terjadi perbedaan penafsiran saat proses pemeriksaan maupun pengawasan.
Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Melalui diskusi seperti ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi terkait pengelolaan dana hibah sehingga tidak menimbulkan perbedaan penafsiran dalam pelaksanaannya. Pada akhirnya, fokus kita tetap pada pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Komisi I DPRD Pangkep, Abdul Rauf dari PAN, mengatakan hasil kunjungan kerja tersebut akan menjadi bahan referensi bagi DPRD Pangkep dalam memperkuat fungsi pengawasan sekaligus mendorong peningkatan tata kelola organisasi penerima dana hibah di daerah.
Menurutnya, penerapan sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan dana hibah dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga.
Kegiatan kunjungan kerja ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan organisasi olahraga yang profesional, sehingga diharapkan dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi olahraga di Kabupaten Pangkep maupun Kabupaten Maros. (*)

