MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, menyalurkan sebanyak 18 unit sarana dan prasarana persampahan yang bersumber dari usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Tahun 2026.
Bantuan tersebut diserahkan kepada wilayah penerima manfaat yang tersebar di 13 kelurahan pada tujuh kecamatan sebagai upaya memperkuat layanan kebersihan dan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo Nomor 8, Kamis (30/7/2026). Kegiatan dipimpin langsung Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, serta dihadiri perwakilan Bappeda Kota Makassar, camat, lurah, dan perwakilan masyarakat penerima manfaat.
Program tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pokir sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan hingga ke tingkat kelurahan dan permukiman.
Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan keberadaan sarana persampahan yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan kebersihan yang lebih optimal.
“Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pokok-Pokok Pikiran. Kami berharap sarana yang diserahkan dapat memperkuat pelayanan kebersihan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan armada dan fasilitas persampahan,” ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi tujuh unit motor tiga roda, sembilan unit kontainer bak sampah, satu unit truk sampah arm roll, serta satu unit tempat sampah pilah berbahan fiberglass berkapasitas 50 liter.
Menurut Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat proses pengumpulan, pemilahan, penampungan hingga pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju fasilitas pengelolaan berikutnya.
Motor tiga roda akan digunakan untuk menjangkau kawasan permukiman dan lorong yang sulit dilalui kendaraan berukuran besar. Sementara kontainer bak sampah dan truk arm roll akan mendukung sistem penampungan dan pengangkutan sampah agar lebih efektif dan teratur.
Di sisi lain, keberadaan tempat sampah pilah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber.
Helmy menegaskan seluruh bantuan yang telah diserahkan harus dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami tidak ingin bantuan ini hanya sekadar diserahkan, tetapi benar-benar digunakan, dijaga, dan dirawat dengan baik. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat serta berdampak pada lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas kebersihan. Peran aktif masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari rumah menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Ketersediaan fasilitas harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah menyiapkan dan memperkuat sarana, sedangkan masyarakat juga perlu mengambil peran dengan menjaga kebersihan dan mulai memilah sampah dari rumah,” tambah Helmy.
Penyaluran bantuan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan.
DLH Kota Makassar berharap, seluruh sarana dan prasarana yang telah disalurkan dapat segera dioperasikan sesuai peruntukannya sehingga mampu meningkatkan efektivitas pelayanan persampahan sekaligus mendukung terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Kota Makassar. (*)

