MENITNEWS.CO.ID, PANGKEP — Usulan pemekaran Kelurahan Samalewa menjadi dua kelurahan menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Nirawati dari Fraksi Gerindra, di Kampung Mattiro Walie, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), baru-baru ini.
Reses yang berlangsung penuh antusias tersebut, menjadi wadah dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah mereka.
Dalam kegiatan itu, Hj. Andi Nirawati didampingi Anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi Gerindra, H. Muhammad Lutfi Hanafi, SE. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Salah satu aspirasi yang paling banyak mendapat perhatian adalah usulan pemekaran Kelurahan Samalewa menjadi dua wilayah administratif. Menurut warga, luas wilayah dan pertumbuhan jumlah penduduk dinilai sudah cukup signifikan sehingga pemekaran dianggap penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintahan.
Masyarakat berharap pemekaran dapat mempercepat pelayanan administrasi, memperluas jangkauan pembangunan, serta mewujudkan pemerataan pelayanan publik bagi seluruh warga.
Selain isu pemekaran, masyarakat juga mengusulkan perbaikan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Infrastruktur jalan dinilai menjadi kebutuhan mendasar karena merupakan akses utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial.
Di sektor kesehatan, warga meminta pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam kemudahan akses BPJS Kesehatan. Mereka berharap pelayanan kesehatan dapat diakses secara lebih cepat, mudah, dan merata tanpa terkendala persoalan administrasi.
Aspirasi lainnya yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Pangkep, meliputi penataan pedagang kaki lima (PKL) agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tertib tanpa mengganggu kebersihan maupun kelancaran arus lalu lintas. Warga juga berharap adanya kebijakan yang tetap berpihak kepada para pedagang kecil.
Tak hanya itu, dukungan terhadap pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga menjadi perhatian. Warga mengusulkan bantuan peralatan produksi guna meningkatkan kualitas usaha, memperluas peluang ekonomi, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hj. Andi Nirawati menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan masukan yang dinilai sangat penting sebagai bahan penyusunan program pembangunan.
“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme serta kewenangan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan DPRD sangat diperlukan agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Sementara itu, H. Muhammad Lutfi Hanafi menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga Kelurahan Samalewa akan menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, berbagai usulan tersebut mencerminkan harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
“Reses merupakan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar tersampaikan kepada pemerintah. Aspirasi ini akan kami kawal agar dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan sesuai kewenangan masing-masing,” kata Lutfi, saat dikonfirmasi Jumat (31/7/2026).
Reses yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu ditutup dengan harapan, agar seluruh aspirasi masyarakat, mulai dari pemekaran Kelurahan Samalewa, perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan, penataan pedagang kaki lima, hingga bantuan peralatan bagi pelaku UKM, dapat segera ditindaklanjuti.
Hal itu demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin optimal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangkep. (*)

