Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Ledakan Maut di Perumahan Grand Polonia Medan

Polrestabes Medan menetapkan tersangka dalam kasus ledakan di Grand Polonia yang menewaskan tiga orang. (Sumber: CNN Indonesia/ Farida)

MENITNEWS.CO.ID, MEDAN – Penyidikan kasus ledakan hebat di Perumahan Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, yang merenggut tiga nyawa kini memasuki babak baru. Aparat Kepolisian Resort Besar (Polrestabes) Medan resmi menetapkan tersangka dalam insiden tragis tersebut.

Kepastian penetapan status hukum ini dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis. Ia membenarkan bahwa penyidik telah mengantongi pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian masih enggan membeberkan secara terperinci terkait identitas maupun jumlah orang yang telah berstatus sebagai tersangka. Informasi mendalam mengenai perkembangan kasus ini dijadwalkan bakal dipaparkan secara transparan kepada publik dalam waktu dekat.

Rencananya, pengungkapan hasil investigasi komprehensif ini akan disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan kepolisian melalui rilis resmi.

Baca juga: Bea Cukai dan Avsec Bongkar Penyelundupan Emas 23,7 Kg di Terminal 3 Soekarno-Hatta

Peristiwa nahas itu sendiri berlangsung pada Senin (20/7) sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Ledakan berskala besar menguncang rumah nomor 3B di kompleks perumahan mewah tersebut hingga merubuhkan sebagian besar struktur bangunan berlantai tiga itu.

Dahsyatnya gelombang kejut tidak hanya menghancurkan bangunan utama, tetapi juga merusak sejumlah hunian yang berada di sisi depan, kiri, dan kanan lokasi kejadian. Tak hanya itu, material reruntuhan tembok dan atap turut menimpa sedikitnya tujuh unit mobil yang terparkir di sekitarnya.

Berdasarkan hasil investigasi awal yang dilakukan oleh aparat gabungan, insiden diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah di area rumah. Meski begitu, kepolisian bersama tim ahli masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pastinya.

Baca juga: Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari Memanas, Petugas BNN Ditembaki Mercon

Musibah ini memakan korban jiwa dari para penghuni dan pekerja di dalam rumah. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yakni Jesika yang merupakan istri pemilik rumah, Ros yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, serta Sinta yang bertugas sebagai pengasuh anak (baby sitter).

Selain korban tewas, empat orang lainnya menderita luka-luka akibat tertimpa reruntuhan dan terpapar dampak ledakan. Korban luka meliputi balita berusia dua tahun bernama Jeavelin yang merupakan anak pemilik rumah, Hasan yang bekerja sebagai sopir, serta seorang kurir bernama Yuda.

Saat ini para korban luka telah mendapatkan perawatan medis, sementara area lokasi ledakan masih dalam pengamanan pihak kepolisian guna kepentingan olah tempat kejadian perkara lanjutan. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan