MENITNEWS.CO.ID, SOLO – Aksi nekat pengemudi mobil Mitsubishi Xpander yang berusaha menghindari tarif jalan tol berujung kegaduhan di Semarang. Kendaraan tersebut terekam menabrak palang Gerbang Tol (GT) Kalikangkung setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan pengemudi lain yang disenggolnya sejak dari GT Banyumanik.
Video kejadian tersebut mendadak viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @portalsemarang pada Sabtu (8/8/2026). Dalam narasi yang beredar, pengemudi mengekor kendaraan lain demi menghindari tapping kartu tol, lalu menyenggol mobil di depannya, hingga menerobos gerbang tol berikutnya usai dikejar korban.
Kanit PJR 1B, Ipda Joko Siswanto, mengonfirmasi kronologi peristiwa yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) dini hari sekitar pukul 01.40 WIB tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden bermula saat pengemudi Xpander mencoba melintas di GT Banyumanik tanpa melakukan transaksi pembayaran, melainkan menempel ketat sebuah mobil Toyota Rush.
Baca juga: Soal Temuan 995 Airsoft Gun di Sekolah Kebayoran Lama, JPPI Ingatkan Aturan Ketat
Petugas gerbang dan tim keamanan di lokasi yang melihat tindakan mencurigakan itu langsung berupaya menghadang laju Xpander. Di saat yang sama, pengemudi mobil Rush di depannya memperlambat laju kendaraan. Karena jarak yang terlalu dekat, benturan antar-kendaraan tidak terhindarkan.
Usai menyenggol Rush, pengemudi Xpander menolak berhenti dan memilih tancap gas. Pengemudi Rush yang tidak terima mobilnya ditabrak lantas melayangkan pengejaran sepanjang jalur tol menuju arah barat. Aksi saling kejar tersebut berlanjut hingga kedua kendaraan tiba di GT Kalikangkung.
Setibanya di GT Kalikangkung, pengemudi Xpander kembali mengambil langkah nekat. Bukannya berhenti untuk menyelesaikan masalah, kendaraan tersebut justru menghantam palang pintu tol hingga patah dan terus melaju melarikan diri ke arah barat. Pengemudi Rush sempat berteriak melapor kepada petugas gerbang bahwa ia sedang mengejar pelaku penabrakan.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan peristiwa tersebut. Ipda Joko Siswanto juga menegaskan bahwa insiden murni hanya melibatkan dua kendaraan yang bersangkutan tanpa melibat pengguna jalan lainnya.
Penjelasan senada disampaikan oleh Marketing Communication PT Transmarga Jateng, Dian Saputra. Pihaknya meluruskan kabar yang sempat beredar di media sosial mengenai dugaan penabrakan terhadap petugas. Dian memastikan tidak ada petugas tol yang menjadi korban luka dalam insiden di GT Banyumanik maupun GT Kalikangkung tersebut. (*)

