Bidik Pasar Ekspor, PTPN I Perkuat Hilirisasi Kopi Ijen Berbasis Digital

MENITNEWS.CO.ID, BONDOWOSO — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mendorong hilirisasi kopi Ijen di Bondowoso, Jawa Timur, untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas penetrasi pasar domestik dan ekspor.

Strategi ini dilakukan melalui optimalisasi aset perkebunan, peningkatan produktivitas, digitalisasi operasional, dan pengembangan produk kopi siap minum.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis perkebunan kopi yang tidak lagi hanya berorientasi pada produksi biji kopi, tetapi juga pada efisiensi pengelolaan kebun, penguatan kualitas produk, dan pengembangan bisnis bernilai tambah.

Salah satu aset perkebunan kopi PTPN I berada di Afdeling Plalangan, yang dikelola melalui kerja sama operasional (KSO) Java Coffee Estate.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menegaskan bahwa optimalisasi aset dan peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan pengembangan hilirisasi agar potensi perkebunan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Aset harus kita amankan, produktivitas harus kita tingkatkan, dan setiap potensi kebun harus kita dorong menjadi nilai tambah. Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan baku, tetapi harus bergerak menuju hilirisasi dan membangun daya saing yang lebih kuat,” tegas Rivai, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, transformasi pengelolaan perkebunan membutuhkan dukungan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aset perusahaan.

PTPN I berencana mengoptimalkan pemanfaatan teknologi internet of things (IoT), pemantauan satelit, serta sistem digital terintegrasi.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan membantu perusahaan memantau kondisi perkebunan, mengelola aset secara lebih efektif, dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan produktivitas sektor hulu. Dengan pengelolaan yang lebih terukur, potensi kebun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlanjutan bisnis kopi.

Selain memperkuat produksi di tingkat perkebunan, PTPN I melihat peluang besar untuk mengembangkan produk turunan kopi Ijen, terutama dengan memanfaatkan potensi kawasan Ijen Geopark.

Salah satu peluang diversifikasi yang menjadi perhatian adalah pengembangan produk kopi siap minum atau ready to drink (RTD). Produk tersebut dinilai berpotensi memperluas segmen pasar, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta membuka peluang investasi dan ekspor.

Pengembangan hilirisasi diharapkan mampu memperkuat posisi kopi Ijen dalam rantai bisnis yang lebih luas, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, pengembangan produk, hingga pemasaran.

“Ijen memiliki potensi yang perlu dikembangkan secara serius dan terintegrasi, mulai dari kebun, kualitas produk, hilirisasi, hingga pemasaran,” ujar Rivai.

Menurutnya, pengembangan potensi kopi Ijen perlu dilakukan secara menyeluruh agar keunggulan perkebunan dapat diterjemahkan menjadi produk yang memiliki daya saing di pasar.

Integrasi antara peningkatan produktivitas, transformasi digital, dan hilirisasi menjadi strategi PTPN I untuk membangun bisnis perkebunan kopi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Melalui strategi tersebut, PTPN I menargetkan optimalisasi aset perkebunan dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai tambah produk dan perluasan akses pasar.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat pertumbuhan bisnis jangka panjang serta meningkatkan peluang kopi Ijen menembus pasar ekspor. (*)

Saluran Whatsapp Kami

Iklan