Cuaca Panas Ekstrem di Makassar, Dinkes Imbau Warga Waspada Heat Stroke dan Kenali Gejalanya

ads
ads
ads

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman heat stroke atau serangan panas menyusul kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Makassar dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir.

Dinkes Makassar menjelaskan, paparan suhu tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu secara normal. Kondisi tersebut berisiko memicu heat stroke, yaitu keadaan darurat medis yang dapat mengancam keselamatan jiwa apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai atau melebihi 40 derajat Celsius. Kondisi ini biasanya disertai gangguan pada sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan kerusakan organ vital apabila terlambat ditangani.

Menurut Dinkes Makassar, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh aktivitas fisik berat di bawah terik matahari, paparan suhu panas dalam waktu yang lama, serta dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan.

Masyarakat juga diminta mengenali gejala awal heat stroke agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi suhu tubuh yang meningkat drastis, kulit terasa panas, memerah dan kering, sakit kepala hebat disertai pusing, mual hingga muntah, denyut nadi yang cepat, kebingungan atau gelisah, hingga penurunan kesadaran dan kejang.

Untuk mencegah terjadinya heat stroke, Dinkes Makassar mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya mencukupi kebutuhan cairan dengan rutin minum air putih tanpa menunggu rasa haus, menggunakan pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang, membatasi aktivitas berat di luar ruangan saat cuaca terik, memakai pelindung seperti topi atau payung, serta segera mencari tempat yang teduh atau berpendingin ruangan ketika tubuh mulai merasa kepanasan.

Selain itu, Dinkes Makassar juga mengingatkan masyarakat agar mengetahui langkah pertolongan pertama apabila menemukan seseorang yang diduga mengalami heat stroke. Korban harus segera dipindahkan ke tempat yang teduh dan sejuk, pakaian yang ketat dilonggarkan, kemudian diberikan kompres dingin pada bagian leher, ketiak, dan selangkangan untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Apabila korban masih dalam kondisi sadar, dapat diberikan air putih secara perlahan. Namun jika kondisi memburuk atau terjadi penurunan kesadaran, masyarakat diminta segera membawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau menghubungi layanan medis.

Dinkes Makassar menegaskan bahwa heat stroke merupakan kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan gejala yang muncul dan saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas ekstrem masih berlangsung.

“Pencegahan merupakan langkah terbaik. Dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari, serta mengenali gejala sejak dini, risiko heat stroke dapat diminimalkan,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, Rabu (1/7/2026).

Melalui imbauan tersebut, Dinkes Makassar berharap masyarakat semakin waspada terhadap dampak cuaca panas ekstrem sehingga dapat melindungi diri sendiri maupun orang di sekitarnya dari risiko heat stroke yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa. (*)

Banner Sponsor

Iklan