MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Fenomena baru menerima gaji namun langsung habis dalam waktu singkat kerap menjadi keluhan bagi sebagian besar pekerja dan masyarakat urban. Menanggapi fenomena tersebut, Bank Sulselbar melalui kampanye edukasi terbarunya membedah sejumlah kebiasaan finansial tanpa sadar yang memicu pembengkakan pengeluaran bulanan.
Melalui program edukasi literasi keuangan digitalnya, Bank Sulselbar mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab kondisi keuangan tidak terkontrol yang sering kali diabaikan masyarakat.
Faktor pertama adalah perilaku belanja akibat FOMO (Fear of Missing Out) terhadap diskon. Penawaran potongan harga memang menguntungkan, namun kerap kali menjebak masyarakat untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena tergiur label murah.
Faktor kedua yang tidak kalah krusial adalah akumulasi pengeluaran kecil harian (latte factor). Kebiasaan rutin seperti membeli jajanan atau kopi kekinian setiap hari secara sepintas terlihat sepele.
Namun, jika dikalkulasikan secara akumulatif, pengeluaran retail ini terbukti mampu menguras porsi anggaran bulanan secara signifikan.
Terakhir, manajemen arus kas yang buruk memicu kondisi dompet kosong atau gaji langsung habis di awal bulan karena kurangnya perencanaan yang matang dan ketidakmampuan membedakan antara kebutuhan mendasar (needs) dan keinginan sekadar gengsi (wants).
Corporate Secretary Bank Sulselbar, Hartani Djurnie, menegaskan bahwa edukasi literasi keuangan ini merupakan wujud nyata kepedulian perseroan dalam membangun ekosistem masyarakat yang cerdas finansial. Kebiasaan kecil yang dibangun setiap hari dinilai sangat menentukan ketahanan dan kondisi keuangan seseorang di masa depan.
Mengelola rezeki dengan bijak, kata dia, adalah langkah awal yang sangat krusial menuju masa depan yang lebih berkah dan sejahtera.
“Kami di Bank Sulselbar berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam menyediakan layanan perbankan yang aman, tetapi juga memberikan edukasi agar nasabah mampu mengontrol kebiasaan finansial mereka secara sehat demi stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Hartani Djurnie, Sabtu (4/7/2026).
Melalui edukasi ini, Bank Sulselbar mengajak seluruh nasabah dan masyarakat luas untuk mulai mengubah kebiasaan buruk tersebut secara bertahap. Pengelolaan keuangan yang sehat dinilai akan memberikan proteksi finansial jangka panjang yang lebih aman. (*)

