MENITNEWS.CO.ID, MAROS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) resmi memperingati Hari Lahir ke-67 Kabupaten Maros dengan mengusung tema besar “Merawat Tradisi Menjemput Kemajuan”, Sabtu (4/7/2026).
Momentum bersejarah ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan menjadi panggung pembuktian keberhasilan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H, bersama Wakil Bupati A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), manifestasi semangat menjemput kemajuan tersebut terbukti nyata lewat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros pada Triwulan I Tahun 2026 yang melejit hingga 9,54 persen secara Year on Year (YoY).
Capaian fantastis ini mengantarkan Kabupaten Maros melesat ke urutan ke-3 tertinggi dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Selain lompatan ekonomi, Pemkab Maros juga menorehkan prestasi gemilang di sektor kesehatan dengan meraih Piagam Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026 untuk Kategori Pratama.
Melalui program strategis ini, sebanyak 72.191 jiwa warga Maros kini telah tercover jaminan kesehatan gratis dengan total alokasi anggaran yang digelontorkan pemda mencapai Rp35 miliar.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini didedikasikan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat Maros, baik yang berada di pusat kota maupun di wilayah pelosok desa.
”Kepercayaan masyarakat adalah amanah terbesar bagi kami untuk terus membangun daerah ini tanpa sedikit pun kehilangan jati diri kita. Pertumbuhan ekonomi yang berada di tiga besar Sulsel dan jaminan kesehatan gratis lewat UHC ini merupakan bukti komitmen kami agar kemajuan daerah dapat dirasakan secara inklusif, transparan, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Bupati Maros, Chaidir Syam, Sabtu (4/7/2026).
Komitmen menyentuh pelosok desa ini dibuktikan melalui akselerasi pembangunan infrastruktur jalan dan sektor agraris. Pada periode kepemimpinannya, Pemkab Maros telah meresmikan tiga infrastruktur jalan strategis di kawasan pedesaan yakni:
Jalan Damma Bonto Somba (Kantisang): Lebar 4 meter dengan panjang 1,1 Km.
Jalan Tanete Bulu Batas Gowa: Lebar 5 meter dengan panjang 1,7 Km.
Jalan Tompo Balang Bonto Matinggi: Lebar 5,5 meter dengan panjang 4,3 Km.
”Kami membangun jalan-jalan ini agar anak-anak kita di pelosok desa memiliki akses yang aman dan nyaman menuju sekolah demi masa depan yang lebih cerah, sekaligus mempercepat urat nadi perekonomian warga,” tambah Chaidir Syam.
Tidak hanya jalan, sektor pertanian yang menjadi jati diri Maros juga diperkuat lewat pembangunan Bendungan Assobung Parea di Desa Laiya (Kecamatan Cenrana) serta empat jaringan irigasi modern di wilayah Batu Putih (Mallawa), Bontolabbu (Simbang), Mattajang (Cenrana), dan Tamangiring di Desa Lebbotengngae (Cenrana).
Adapun agenda perayaan Hari Lahir ke-67 Kabupaten Maros ini akan dikemas dalam serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, diawali pada tanggal 4 Juli 2026 dengan Dzikir Bersama di Masjid Pemda Maros dan Nonton Bareng (Nobar) Malam Budaya di Lapangan Pallantikang.
Rangkaian acara berlanjut pada 5 Juli 2026 dengan Jalan Santai – GERMAS, dan puncaknya akan dilaksanakan melalui Rapat Paripurna Hari Lahir Maros di Gedung DPRD pada Selasa, 7 Juli 2026 mendatang. (*)

