MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus mengoptimalkan fasilitas pengelolaan persampahan untuk mengatasi tingginya volume sampah harian masyarakat. Langkah strategis ini dilakukan melalui pemeliharaan sarana pengangkutan, pengadaan armada baru, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga kecamatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menyatakan bahwa efektivitas pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sangat bergantung pada keandalan armada yang beroperasi di 14 kecamatan.

Hingga 2026, data inventaris DLH Makassar mencatat keberadaan 1.073 unit motor roda tiga, dengan rincian 760 unit beroperasi baik, 236 unit rusak ringan, dan 77 unit rusak berat. Untuk armada Tangkasaki, dari total 221 unit, sebanyak 183 unit aktif beroperasi, 35 unit mengalami rusak ringan, dan 3 unit rusak berat.
Sementara itu, dari 147 unit dump truck atau armada terbuka, 103 unit berada dalam kondisi baik dan 44 unit mengalami rusak ringan. Pemkot Makassar juga mengoperasikan 62 unit arm roll truck (44 baik, 18 rusak ringan, 2 rusak berat) serta 16 unit arm roll truck berkapasitas di atas 10 meter kubik (8 aktif, 4 rusak ringan, 4 rusak berat). Selain itu, terdapat 7 unit mobil sampah compactor, dengan 5 unit aktif dan 2 unit mengalami kerusakan.

Helmy menegaskan bahwa penanganan persampahan tidak bisa hanya berpatokan pada peremajaan atau penambahan armada. Menurutnya, pemilahan dari sumbernya seperti rumah tangga menjadi kunci utama, misalnya dengan mengolah sampah organik menjadi pakan maggot, pakan ternak, atau pupuk kompos.
Baca juga: DLH Makassar Gelar Jelajah Sampah di Biringkanaya, BSI Maslahat Salurkan CSR Rp75 Juta
Guna menjaga performa pengangkutan, Pemkot Makassar melanjutkan program pengadaan kendaraan operational secara bertahap. Setelah merealisasikan 50 unit kendaraan pada 2025 (termasuk 9 dump truck dan 11 arm roll), DLH menambah 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll pada pertengahan 2026, serta merencanakan penambahan truk pada anggaran perubahan sesuai kemampuan keuangan daerah.

Selain penguatan moda transportasi, DLH Makassar mulai beralih ke penggunaan mesin compactor yang lebih efisien dan berkapasitas besar. DLH juga mendistribusikan alat pengolahan ke fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R di kecamatan, yang mencakup 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak, dan 24 unit mesin pembubur, sementara mesin pencacah organik ditargetkan pada anggaran pokok mendatang.
Baca juga: Menuju Makassar Bebas Sampah 2029, DLH Kumpulkan dan Pilah 68 Kg Sampah di Kecamatan Mariso
Langkah ini dipadukan dengan optimalisasi Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Sektor (BSS) untuk menekan volume sampah yang dikirim ke TPA. Melalui integrasi pemilahan mandiri dan pengolahan komunal di tingkat kecamatan, sampah dapat diselesaikan secara bertahap sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. (Adv)

