MENITNEWS.CO.ID, TAKALAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar, terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui program Assamaturu Bebas TBC.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui talkshow dalam program “Takalar Cepat Menyapa”, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes, yang memaparkan berbagai strategi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mewujudkan target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Dalam pemaparannya, dr. Nilal Fauziah menjelaskan bahwa Program Assamaturu Bebas TBC merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan Heptahelix, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, tokoh agama, dan tokoh adat.
Menurutnya, Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan, mulai dari deteksi dini, pendampingan pasien, hingga memastikan penderita menjalani pengobatan secara tuntas agar rantai penularan dapat diputus,” ujar Kepala Dinkes Takalar.
Melalui talkshow tersebut, Kepala Dinkes Takalar mengedukasi masyarakat mengenai gejala TBC, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk selama dua minggu atau lebih.
Selain itu, masyarakat diajak untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC karena penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai.
Program Assamaturu Bebas TBC sendiri merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Takalar yang telah diluncurkan sebelumnya bersamaan dengan pengukuhan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC serta pembentukan Pos TBC Desa di seluruh desa dan kelurahan.
Pos tersebut menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan edukasi, skrining, pendampingan pasien, hingga pelaporan kasus TBC di tingkat masyarakat.
Dinkes Takalar berharap kehadiran program “Takalar Cepat Menyapa” menjadi sarana efektif untuk memperluas penyebaran informasi mengenai TBC sehingga semakin banyak masyarakat memahami pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, serta kepatuhan menjalani pengobatan.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar optimistis target mewujudkan Takalar Bebas TBC Tahun 2030 mendatang dapat tercapai. (*)

