MENITNEWS.CO.ID, MAROS — Bupati Maros, Chaidir Syam, meraih detiktimur Awards 2026 melalui kategori Program Ekonomi Terpuji. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemkab Maros dalam mempercepat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Maros Chaidir Syam menerima langsung trofi penghargaan tersebut dalam malam puncak detiktimur Awards 2026 yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Chaidir menyampaikan apresiasi kepada detikcom atas penghargaan yang diberikan kepada Pemkab Maros. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi capaian pemerintah daerah, tetapi juga merupakan hasil kontribusi masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Saya ucapkan terima kasih kepada detikcom yang alhamdulillah malam hari ini sudah memberikan detiktimur Awards 2026,” ujar Chaidir.
Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Maros untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi daerah.
“Ini sebuah penghargaan bukan hanya untuk secara pribadi kepada kami pemerintah Kabupaten Maros, tetapi ini penghargaan buat seluruh masyarakat khususnya seluruh pelaku-pelaku ekonomi,” katanya.
Chaidir menuturkan, pertumbuhan ekonomi Maros menunjukkan tren positif. Pada semester awal 2026, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut tercatat mencapai sekitar 9,53 persen.
“Maros di semester awal ini peningkatan ekonominya sangat tinggi di angka 9,53 persen. Ini adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup besar sehingga membawa pertumbuhan ekonomi Maros bisa lebih baik lagi,” jelasnya.
Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang dijalankan Pemkab Maros untuk mempercepat pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19.
Pandemi yang melanda sejak 2020 sempat memberikan tekanan besar terhadap perekonomian Maros. Aktivitas transportasi udara di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang menurun serta pembatasan mobilitas masyarakat membuat pertumbuhan ekonomi Maros terkontraksi hingga 10,87 persen pada 2020.
Pemkab Maros kemudian melakukan berbagai langkah pemulihan sejak 2021. Pertumbuhan ekonomi kembali berada di zona positif sebesar 1,36 persen pada 2021 dan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 9,54 persen pada triwulan I 2026.

Percepatan investasi menjadi salah satu strategi yang ditempuh Bupati Maros. Upaya tersebut dilakukan melalui penyederhanaan proses perizinan serta pendampingan bagi investor.
Selain investasi, Pemkab Maros memperkuat sejumlah sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Penguatan dilakukan melalui peningkatan produktivitas, penyediaan sarana produksi, serta pengembangan ketahanan pangan.
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi melalui revitalisasi dan pengembangan sejumlah destinasi wisata.
Chaidir menegaskan, pencapaian pertumbuhan ekonomi Maros merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, ia mendedikasikan penghargaan detiktimur Awards 2026 kepada masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Dukungan terhadap UMKM dilakukan melalui berbagai program, mulai dari akses permodalan, pelatihan, digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produk hingga perluasan akses pasar.
Menurut Chaidir, pertumbuhan ekonomi Maros juga dipengaruhi posisi daerah tersebut sebagai salah satu wilayah penyangga Kota Makassar.
Pertumbuhan hunian dan aktivitas ekonomi yang semakin tinggi turut mendorong pergeseran pusat-pusat kegiatan ekonomi ke wilayah Maros.
“Kita di Kabupaten Maros pertumbuhan hunian yang cukup tinggi, ya mungkin karena kita penyangga Kota Makassar sehingga pertumbuhan ekonomi juga bergeser ke Kabupaten Maros,” ujarnya.
Ia berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“In Syaa Allah, Kabupaten Maros terus tumbuh untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Chaidir.
Penguatan ekonomi tersebut juga ditopang pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan konektivitas wilayah, seperti jalan, jembatan, dan irigasi. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas produksi dan distribusi barang serta jasa di Kabupaten Maros. (*)

