MENITNEWS.CO.ID, JAKARTA – Rasa sakit pada tubuh sering kali dianggap sebagai keluhan ringan yang akan mereda dengan sendirinya seiring waktu. Padahal, dalam sejumlah kondisi, munculnya nyeri tertentu justru menjadi indikator awal dari penyakit serius yang membutuhkan intervensi medis secepatnya.
Mengingat respons dan gejala rasa sakit dapat bervariasi pada setiap individu, penting untuk tidak memandang sebelah mata rasa nyeri yang hadir secara tiba-tiba. Para ahli kesehatan menyarankan agar masyarakat lebih peka terhadap beberapa jenis nyeri spesifik guna mencegah risiko yang lebih membahayakan keselamatan jiwa.
Baca juga: Kemenkes Investigasi Komentar Nirempati Diduga Nakes Terhadap Pasien BPJS yang Meninggal
Profesor kedokteran darurat dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, Dr Michael Turturro, menegaskan bahwa rasa sakit yang mendadak, berintensitas parah, dan tidak kunjung mereda di bagian tubuh mana pun harus segera diperiksa. Tenaga medis membutuhkan evaluasi klinis untuk memastikan apakah sumber nyeri tersebut berasal dari gangguan yang mengancam nyawa atau bukan.
Ia sangat menyarankan agar masyarakat bertindak lebih berhati-hati dan segera mendatangi fasilitas kesehatan, terlebih jika sensasi hebat tersebut baru pertama kali dirasakan dan memicu kecemasan tinggi.
Selain nyeri mendadak secara umum, ada empat lokasi spesifik yang patut mendapatkan perhatian ekstra, salah satunya adalah area dada. Dokter spesialis kedokteran darurat di Ohio State University Wexner Medical Center, Dr Mark Conroy, menyampaikan bahwa nyeri dada mendadak yang baru pertama kali muncul, atau dialami oleh pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, wajib mendapatkan pemeriksaan darurat.
Keluhan pada area dada ini semakin krusial bagi kelompok lansia serta pemilik faktor risiko seperti kolesterol tinggi dan hipertensi. Selain serangan jantung, rasa sakit yang tajam di dada berpotensi menandakan adanya gumpalan darah di paru-paru hingga robekan pembuluh darah utama. Kendati demikian, tidak seluruh nyeri dada bermakna bahaya karena gangguan ringan seperti heartburn pun dapat menunjukkan gejala serupa.
Area lain yang perlu diwaspadai adalah kaki bagian bawah, khususnya betis. Dr Mark Conroy mengimbau masyarakat untuk cermat saat merasakan nyeri betis yang disertai perubahan warna kulit menjadi kemerahan serta pembengkakan. Gejala ini sering kali mengarah pada deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam, yakni kondisi pembekuan darah yang membutuhkan penanganan cepat, terutama bagi individu yang pascaoperasi, lama berbaring, atau baru menempuh perjalanan jarak jauh.
Nyeri pada punggung atas juga tidak bisa disepelakan begitu saja. Berbeda dari pegal akibat salah posisi tidur atau terlalu lama duduk, munculnya sensasi nyeri yang terasa seperti robekan di punggung atas atau belakang dada mengindikasikan masalah fatal pada pembuluh darah utama tubuh, yaitu aorta.
Baca juga: Solusi Tunggakan Iuran, BPJS Kesehatan Luncurkan Program Menabung NADI JKN
Terakhir, rasa sakit pada perut bagian bawah dan pinggang juga memicu kewaspadaan tinggi di instalasi gawat darurat karena penyebabnya yang sangat bervariasi. Munculnya nyeri di perut bagian bawah atau pinggang kanan dan kiri dapat mengarah pada penyakit batu ginjal, atau bahkan infeksi ginjal apabila dibarengi demam. Jika rasa sakit di area tersebut diikuti mual dan muntah, kondisi ini berpotensi menjadi tanda radang usus buntu.
Memeriksakan diri ke dokter saat mengalami gejala-gejala di atas merupakan langkah paling aman untuk mendapatkan kepastian medis. Melalui evaluasi singkat dan tes laboratorium, pasien dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti sekaligus mengeliminasi kemungkinan terburuk dari gejala yang dirasakan. (*)

