Teknik Pernapasan Sitkari Modifikasi Efektif Redakan Stres dan Emosi Instan

Ilustrasi teknik pernapasan yang bisa bantu lebih tenang. (Sumber: Okezonecom/Foto: dok Magnific/jcomp)

MENITNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Sensasi jantung berdebar kencang, emosi mendadak melonjak, hingga rasa cemas yang datang tiba-tiba sering kali mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini dapat menurunkan fokus di tengah tingginya ritme kehidupan modern. Kendati demikian, tubuh manusia pada dasarnya memiliki mekanisme alami untuk meredakan ketegangan tersebut secara cepat.

Dokter sekaligus figur publik bidang kesehatan, dr. Cecep Hermawan, membagikan sebuah metode praktis yang dimodifikasi dari teknik pernapasan tradisional yoga, Sitkari Pranayama. Latihan ini dirancang dengan penyesuaian durasi agar lebih mudah diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Pimpin PERDOSRI Sulawesi-Papua, Dokter Husnul Mubarak Fokus Perluas Layanan Rehabilitasi Untuk Penyandang Disabilitas

Seseorang cukup menarik napas melalui sela-sela gigi selama empat detik, menahannya selama dua detik, lalu menghembuskannya perlahan lewat hidung selama enam detik. Proses tersebut dilakukan dengan mengembang-kempiskan perut dan diulang sebanyak lima hingga delapan kali sampai tubuh merasa lebih tenang.

dr. Cecep mengungkapkan bahwa kunci efektivitas dari latihan ini terletak pada pernapasan perut atau diafragma, bukan pernapasan dada. Kesalahan yang sering terjadi pada masyarakat adalah kegagalan mengondisikan perut agar mengembang saat menarik napas, yang dapat memotong separuh manfaat dari teknik ini.

Secara ilmiah, penyesuaian durasi hembusan napas yang lebih panjang daripada saat menghirup udara bertujuan mengaktifkan respons relaksasi tubuh. Saat menghembuskan napas lebih lama, saraf vagus akan bekerja sehingga detak jantung melambat dan mengirimkan sinyal aman ke seluruh tubuh.

Penelitian juga menunjukkan bahwa latihan pernapasan diafragma secara mendalam terbukti menurunkan kadar hormon stres sekaligus meningkatkan konsentrasi. Untuk memastikan teknik yang dilakukan sudah tepat, masyarakat dapat menempatkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut. Gerakan yang benar ditandai dengan hanya tangan di area perut yang bergerak naik-turun.

Baca juga: Sensasi Nyeri Mendadak di Bagian Tubuh Ini Bisa Jadi Sinyal Penyakit Serius

Ketika berada di tempat umum atau situasi formal, teknik ini dapat disesuaikan agar tidak menarik perhatian. Penarikan napas dapat dialihkan melalui hidung dan dihembuskan perlahan via mulut, dengan tetap mempertahankan durasi buangan yang lebih panjang. Memberi jarak sejenak dari pemicu emosi juga sangat disarankan agar proses penenangan diri berjalan optimal.

Kendati demikian, dr. Cecep menegaskan bahwa teknik pernapasan ini bertindak sebagai pertolongan pertama saat menghadapi emosi intens, bukan pengganti penanganan medis utama.

Apabila keluhan cemas atau gejolak emosi terus berulang tanpa sebab jelas hingga mengganggu produktivitas, tidur, atau disertai gejala fisik seperti nyeri dada, sesak, dan pusing hebat, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. (*)

Banner Sponsor

Iklan